Faktor Penambah
  1. Pertumbuhan KK baru: Jumlah KK baru yang menikah diasumsikan mereka adalah pasangan baru yang membentuk keluarga dan memerlukan rumah tinggal untuk kehidupan keluarga barunya.
  2. Rumah yang tidak layak huni : jumlah rumah yang memenuhi persyaratan antara lain
    1. luas lantai per kapita untuk perkotaan <=4m2 dan untuk perdesaan <=10m2,
    2. jenis atap rumah terbuat dari injuk/daun,
    3. jenis dinding rumah terbuat dari bambu,
    4. jenis lantai tanah,
    5. tidak mempunyai fasilitas buang air besar,
    6. tidak ada listrik, serta
    7. jarak sumber air minum utama ke tempat pembuangan kotoran/tinja kurang dari 10 m. (sumber: BPS)
  3. Rumah dibangun di atas tanah ilegal : jumlah rumah yang status tanahnya tidak sesuai peruntukkan.
  4. Usia bangunan : rata-rata usia bangunan
  5. Pertambahan KK karenaimigrasimasuk : Jumlah KK baru yang datang atau masuk dalam hitungan warga kota tersebut diasumsikan adalah keluarga pendatang yang memerlukan tempat tinggal baru.
  6. Pergantian rumah : jumlah rumah yang terkena program secara disengaja, misalnya penggusuran rumah karena pelebaran jalan, konsolidasi lahan, dll
Faktor Pengurang
  1. Regenerasi : Jumlah penduduk yang meninggal sehingga berkurangnya jumlah kebutuhan rumah yang harus disediakan.
  2. Stok perumahan : Jumlah rumah yang dibangun baik perumahan yang dibangun oleh pengembang ataupun swadaya masyarakat sendiri dalam setiap tahunnya atau jumlah rumah yang diperbaiki karena sudah tidak layak huni dan menjadi rumah yang layak huni untuk ditempati sebagai unit hunian yang sehat dan aman.
  3. Pengurangan KK karenamigrasikeluar:Jumlah penduduk yang pindah ke luar dari kota yang ditempatinya selama ini.
Faktor Eksternal
  1. Kerusakan rumah karena bencana : jumlah rumah yang tersedia berkurang jumlahnya akibat dari faktor alam ataupun ulah manusia, contohnya gempa bumi sebagai faktor alam, dan kebakaran sebagai akibat human error.