Metoda Pengumpulan Data


a. Pengumpulan data primer
1) Data ini diperoleh dengan menggunakan survey kampung sendiri (SKS) yang melibatkan unsur Pemda terkait, LSM pendamping, dan komunitas yang ada di lokasi sasaran.
2) Pemda sebagai koordinator pelaksanaan pendataan harus mempersiapkan kuesioner (perangkat pendataan) yang mudah dimengerti, tentang kriteria-kriteria layanan infrastruktur, kualitas rumah, kondisi sosial dan ekonomi, lokasi pertumbuhan dan dominasi pelaku, serta riwayat pertumbuhan, sehingga dapat diisi oleh: a) Personil tingkat kelurahan, RW, dan RT dan b) Masyarakat, khususnya Kepala Keluarga.
3) Surveyor harus melakukan observasi kondisi nyata lingkungan tentang kriteria-kriteria layanan infrastruktur, kepadatan kawasan, kualitas rumah, dan lokasi pertumbuhan


b. Pengumpulan data sekunder
1) Pengumpulan data sekunder dilakukan oleh observer unsur Pemda dan LSM dengan cara melakukan penelusuran data tentang kondisi lokasi pertumbuhan, kepastian bermukim, layanan infrastruktur, kepadatan kawasan, kondisi sosial dan ekonomi, lokasi pertumbuhan, dominasi pelaku, bentukan spasial dan riwayat pertumbuhan.
2) Surveyor unsur Pemda harus menyiapkan kuesioner bagi institusi tingkat Pemerintah daerah, Kecamatan, Kelurahan, RW dan RT untuk mendukung ketersediaan data yang dapat digunakan dalam menentukan faktor pengali.
3) Proses cara pengumpulan data sampai dengan penilaian serta perhitungan penentuan tipe kawasan padathuni-kumuh menggunakan perangkat software Penilaian tingkat kekumuhan berdasarkan kriteria penentunya dan data sekunder dan data primer