TATA CARA PENENTUAN TINGKAT KEKUMUHAN KAWASAN PADATHUNI-KUMUH PERKOTAAN

Dari hasil litbang tahun 2012, ditemukenali bahwa pertumbuhan kawasan padathuni-kumuh merupakan proses pembiaran pemanfaatan lahan perkotaan yang tidak terkendali sejak masih embrio, meluas/ekspansif/Transisi, hingga menjadi padat total (masif) pada bagian kawasan perkotaan, baik di wilayah administrasi RT, RW, hingga Kelurahan.

Penilaian tingkat kekumuhan dimaksudkan untuk menemukenali tingkat kekumuhan suatu bagian kawasan perkotaan. Cara penilaian menggunakan delapan kriteria, yang terurai kedalam 29 parameter yang masing-masing telah diberi bobot.

Untuk memudahkan pemanfaat menggunakan perangkat penilaian ini, tim telah menyediakan software untuk mengolahnya secara cepat menentukan salahsatu dari tiga katagori tahapan bentukan fisik kawasan padathuni-kumuh terdiri atas:

> Kawasan padathuni-kumuh tahap Embrio

> Kawasan padathuni-kumuh tahap Ekspansif/Transisi

> Kawasan padathuni-kumuh tahap Masif.

Gambar Alur Penanganan Kawasan PHKP

Kegiatan penilaian kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan sistem pembobotan pada masing-masing kriteria. Setiap kriteria memiliki bobot pengaruh yang berbeda-beda. Masing-masing kriteria memiliki parameter-parameter yang berpengaruh terhadap terbentuknya kawasan menjadi padathuni-kumuh. Penentuan tingkat kekumuhan kawasan padat huni kumuh embrio, transisi/expansif, dan masif, ditentukan oleh faktor penilaian dari setiap parameternya. Faktor penilai didapat dengan mengidentifikasi setiap parameter di teritori kawasan pengamatan dengan alat bantu kuesioner .

Rumus Perhitungan

Berdasarkan nilai total bobot aktual kriteria strategis yang memberi kontribusi terjadinya kawasan PHKP, maka diperoleh tipe kawasan PHKP sebagai berikut :