upmenu upmenu upmenu upmenu upmenu
  • English
  • Bahasa Indonesia
  • Profil
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Lingkup Kegiatan
    • Renstra Puslitbang
    • Organisasi
      • Struktural
        • Kepala Puskim
        • Balai dan Bidang
        • Loka
      • Fungsional
        • Peneliti
        • Perekayasa
  • Produk Litbang
    • SNI
    • Teknologi Terapan
    • Pedoman
    • Spesifikasi Teknis
  • Jasa Layanan
    • Fasilitas Lab
    • Kursus
    • Pustaka
    • Advis Teknis
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buletin
    • HAKI
  • Database Aplikasi
    • E-Office
    • Desain Spektra 2011
    • SIPERKIM
    • TNDE
    • Database Permukiman
      • Database Kumuh
  • Galeri
    • Album Kegiatan
    • Produk
    • Agenda Puskim
  • Mitra
berita
Thu, 2011-10-06 09:20
komen berita  0
Seminar dan Lokakarya Nasional Arsitektur 2011 “(Re-) Kontekstualisasi Arsitektur Nusantara”

Latar Belakang

Indonesia memiliki keragaman arsitektur tradisional dengan kekhasan dan daya tarik tersendiri, sekaligus merupakan nilai value nasional dan kebanggaan bangsa Indonesia. Salah satu permasalahan arsitektur berkaitan dengan perkembangan arsitektur di Indonesia adalah masuknya pola arsitektur modern yang diadopsi dari gaya arsitektur barat. Hal ini dapat dibuktikan dengan pemahaman dan kebanggaan pada potensi arsitektur di Indonesia yang makin menipis, adanya perbedaan pandangan masyarakat tentang arsitektur tradisional, adanya kelatahan berarsitektur yang sedang digemari tanpa mempertimbangkan potensi lokal, dan kurangnya kesadaran bahwa karya arsitektur adalah media pembelajaran berarsitektur bagi masyarakat  di  sekitarnya.  Pengaruh  modernitas  yang  sering  dijumpai menjadi tantangan untuk keberlanjutan arsitektur tradisional. Mengingat perubahan merupakan suatu yang pasti, maka sangatlah mustahil jika karya arsitektur tradisional mampu bertahan seperti dahulu tanpa adanya transisi ataupun transformasi. Upaya mengangkat kembali potensi lokal dan warisan sejarah tidak disikapi dengan inovasi berbasis potensi arsitektur lokal tetapi proses peniruan ataupun penjiplakan bangunan baru bercitra modern sebagai dampak pengadopsian. Sampai saat ini, kebijakan nasional yang mengatur keberlanjutan arsitektur nusantara belum terealisasikan, sehingga arahan ataupun pedoman bagi masyarakat tidak didasari oleh sikap untuk melestarikan.

Kampung tradisional yang ada di Indonesia di mana perubahan kebutuhan ruang dan pola hidup di dalamnya tidak jarang mendegradasikan kualitas lingkungannya yang tidak didesain untuk pengembangan saat ini. Berbagai upaya pelestarian dalam rangka penyelamatan potensi di dalamnya, justru teraplikasikan tanpa suatu pedoman/arahan yang tepat, tidak sesuai keberterimaan adat, bahkan cenderung tidak tepat sasaran. Ketimpangan kebijakan yang saling tumpang tindih dan tidak berlaku secara nasional, bahkan terkesan menseragamkan kekhususan di masing-masing lokasi menjadi salah satu permasalahan pengaturan di tingkat nasional. Dilema yang terasa bahwa pengaturan yang ada hanya mengacu pada kebutuhan lingkungan perkotaan atau perdesaan, bukan pada kebutuhan lingkungan perumahan tradisional yang pada hakekatnya tradisi sebagai suatu norma utama dalam menilai apa yang harus dikonservasi, dipreservasi, maupun direvitalisasi dari kacamata masyarakat dan bukan sekedar penilaian pihak luar semata.

Hal tersebut secara Nasional akan memberikan dampak yang signifikan terhadap daerah – daerah dengan nilai tradisional yang tinggi. Perubahan jaman  yang  tidak  dapat  dibendung  dan  mengikuti  gaya  modern  saat ini cenderung  mempengaruhi  style  atau  unsur  arsitektur  tradisional  pada gedung-gedung   di   Bali.   Provinsi   Bali   sebagai   barometer   arsitektur tradisional yang mengaplikasikan potensi budaya lokal di Indonesia, telah memiliki aturan persyaratan arsitektur bangunan gedung dalam Perda no.5 tahun 2005. Diadakannya seminar dan lokakarya sebagai salah satu upaya dari Pemerintah kota Denpasar pada tahun 2008 dan 2010 untuk mengatasi cerminan  wajah  kota  Denpasar  yang  bertransformasi  ke  arah  modern. Fasilitas publik seperti bangunan perdagangan dan rumah-rumah tinggal banyak yang tidak tersentuh unsur arsitektur tradisional Bali khususnya di kawasan pariwisata. Pada hakekatnya aturan yang dapat dijadikan acuan harus memperhatikan keserasian lingkungannya. Keserasian lingkungan dimaksud dapat diaplikasi melalui penerapan aturan yang lebih terintegrasi pada tiap elemen maupun perencanaan arsitektur yang mengakulturasikan perubahan budaya. Implikasi konsep – konsep green building dan upaya adaptasi iklim dipandang perlu guna melakukan review terhadap implementasi, aktualisasi dan restorasi peraturan daerah tersebut.

Balai    Pengembangan    Teknologi    Perumahan    Tradisional    Denpasar merupakan   salah   satu   unit   pelaksana   teknis   di   bawah   Puslitbang Permukiman (PUSKIM), berkewajiban untuk melakukan pembinaan dan penunjangan dalam pelaksanaan pembangunan permukiman di daerah, khususnya pada wilayah kerjanya (Propinsi Bali, NTB dan BALI) melalui pernyebarluasan produk-produk Teknologi Arsitektur Tradisional hasil penelitian dan pengembangan serta standar ke seluruh daerah di wilayah kerjanya. Dimana upaya tersebut juga melibatkan banyak pihak baik dari masyarakat, swasta, dan instansi pemerintah terkait. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewadahi berbagai kepentingan terkait adalah dengan melakukan kegiatan Seminar dan Lokakarya Nasional Arsitektur 2011, sehingga didapat berbagai masukan dan informasi dari berbagai sudut pandang dalam melengkapi  hasil yang telah diperoleh Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar.

Seminar dan Lokakarya Nasional Arsitektur 2011 merupakan salah satu rangkaian acara yang bekerja sama dengan Dinas PU Provinsi Bali dan IAI Provinsi Bali, dimana tema yang diangkat adalah “(Re-)Kontekstualisasi Arsitektur Nusantara”, yang akan mengajak berbagai pihak untuk mulai meninjau bagaimana wujud pelestarian bangunan dan lingkungan tradisional dalam era modernitas.

Maksud dan Tujuan

Kegiatan ini dimaksudkan untuk menyelenggarakan kegiatan Seminar dan Lokakarya Nasional Arsitektur 2011 “(Re-)Kontekstualisasi Arsitektur Nusantara”. Adapun tujuan kegiatan ini adalah :
  1. Mengidentifikasi konsep/pola pengembangan dan konservasi lingkungan perumahan  tradisional;
  2. Merumuskan konsep/pola pengembangan dan konservasi lingkungan perumahan  tradisional;
  3. Merumuskan pola peningkatan kualitas lingkungan permukiman tradisional berbasis kearifan lokal.
  4. Merumuskan usulan ataupun rekomendasi yang dapat dijadikan pertimbangan untuk penyempurnaan peraturan daerah di masa yang akan datang

Sasaran

Umum

  1. Informasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk segala kepentingan, yang sekaligus dijadikan sebagai masukan kebijakan Pemerintah dalam Program Nasional tentang Pelestarian    Rumah Adat/Tradisional Indonesia secara utuh.
  2. Penguasaan   teknologi   masa   lalu   untuk   pengembangan   rekayasa teknologi di masa depan.

Khusus

(a) Kementerian Pekerjaan Umum

Sebagai bahan masukan pada program penelitian dan pengembangan lebih lanjut pada bidang permukiman dari aspek ke-teknik-an, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah dalam Program Nasional tentang Pelestarian Arsitektur Tradisional Indonesia.

(b) Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya

Sebagai bahan masukan pada program, pengembangan dan pelestarian, sekaligus  mendukung  kebijakan  Pemerintah  dalam  Program  Nasional tentang Pelestarian Arsitektur Tradisional Indonesia.

(c) Perguruan Tinggi / Universitas

  • Sebagai  sarana  pengajaran  kepada  mahasiswa,  khususnya  mengenai arsitektur tradisional dan vernakular serta sejarah arsitektur Indonesia.
  • Sebagai referensi penelitian lanjut mengenai arsitektur tradisional.

(d) Pemerintah Daerah / Instansi terkait Lainnya

Sebagai rujukan bagi pihak/instansi Terkait lainnya dalam pengembangan eco-architecture dan eco-tourism pada lingkungan permukiman tradisional.

Waktu Kegiatan

Kegiatan ini secara garis besar terdiri dari 2 (dua) rangkaian kegiatan, yaitu:

1. Seminar dan Lokakarya Nasional dengan tema “Pengaturan Bangunan dan Lingkungan Perumahan Tradisional Melalui Konservasi, Revitalisasi, dan Preservasi, serta Peningkatan Kualitas Lingkungan”

Hari / Tanggal : Selasa, 18 Oktober 2011
Waktu : 08.00 - 17.00 WITA
Tempat : Wisma Werdhapura
    Jl. Danau Tamblingan 49, Sanur, Denpasar Selatan.
Peserta : Undangan dan umum (100 - 200 orang)

2. Seminar dan Lokakarya Nasional dengan tema “Persyaratan Arsitektur
Bangunan Gedung di Bali berbasis Green Building dan Adaptasi Perubahan
Iklim”

Hari / Tanggal  : Rabu, 19 Oktober 2011
Waktu : 08.00 - 17.00 WITA
Tempat : Wisma Werdhapura
  Jl. Danau Tamblingan 49, Sanur, Denpasar Selatan
Peserta : Undangan dan umum (100 - 200 orang)

Materi Seminar

1. Materi Seminar dan Lokakarya Nasional dengan tema ”Pengaturan Bangunan dan Lingkungan Perumahan Tradisional Melalui Konservasi, Revitalisasi, dan Preservasi, serta Peningkatan Kualitas Lingkungan”

a.  Identifikasi  bangunan  dan  lingkungan  perumahan  tradisional  di Indonesia (diutamakan yang belum tereksplorasi/teridentifikasi);

b. Pengalaman, strategi, ataupun rencana tindak dalam pelestarian (konservasi, revitalisasi, dan preservasi) bangunan dan lingkungan perumahan tradisional di Indonesia;

c. Pengalaman, strategi, ataupun rencana tindak dalam peningkatan kualitas   bangunan   dan   lingkungan   perumahan   tradisional   di Indonesia.

2.  Materi Seminar dan Lokakarya Nasional dengan tema “Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung di Bali berbasis Green Building dan Adaptasi Perubahan Iklim” adalah:

a.  Implementasi persyaratan arsitektur tradisional Bali (kondisi ideal);

b.  Aktualisasi persyaratan arsitektur tradisional Bali (fakta di lapangan);

c.  Restorasi persyaratan arsitektur tradisional Bali dengan konsep green building (alternatif penyempurnaan).

Call for Papper

Materi Seminar diterima paling lambat 9 Oktober 2011 melalui alamat email:

lokatekkimdenpasar@yahoo.com

Letter   of   acceptance   sebagai   penerimaan   pengumuman   materi   akan diberitakan pada tanggal:

12 Oktober 2011 (Ketentuan Call For Papers Terlampir)

Format Makalah

a. Makalah terdiri dari Abstrak, Isi, dan Penutup.

b. Jumlah Halaman Makalah Maksimal 15 halaman.

c. Format Penulisan :

  • Ukuran kertas A4
  • Font Arial (10)
  • Single Spacing
  • Judul (Capital, Bold, Center, Font 12)
  • Subtitle (Bold)
  • Text/Mainbody (Justified)
  • Margin L/R : 3 cm; U/B : 3 cm
JUDUL MAKALAH
Nama Penulis 1
Nama Penulis 2
Institusi (Bila ada)
Alamat email

ABSTRAK
ISI
PENUTUP
Keterangan

Keterangan tabel dan gambar menggunakan font arial 9 (bold), center.

  1. Untuk keterangan tabel diletakkan diatas
  2. Untuk keterangan gambar diletakkan dibawah.

Daftar pustaka ditampilkan pada akhir artikel dan diurutkan berdasarkan abjad dari nama belakang pengarang utama. Untuk tulisan dalam jurnal, maka nama jurnal tersebut dicetak miring (italic), sedangkan untuk buku, maka judul bukunya yang dicetak italic.

Peserta Seminar

Kriteria peserta Seminar Tertutup dan Umum

Biaya Kepesertaan

Tidak dipungut biaya, dengan fasilitas :

  1. Seminar Kit.
  2. Makalah.
  3. Coffee/Tea Break (2 kali).
  4. Makan siang.

Transportasi  dan  akomodasi  peserta  tidak  ditanggung,  kecuali  untuk undangan khusus sesuai konfirmasi panitia.

Pelaksana

Adapun susunan panitia adalah sebagai berikut:

  1. Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar;
  2. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali;
  3. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Bali.
Informasi

BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERUMAHAN TRADISIONAL DENPASAR

Jl. Danau Tamblingan No. 49 Kompleks PU Werdhapura Sanur Denpasar
Telepon : 0361-288526/287791 - Fax : 0361-288526
E-mail :lokatekkimdenpasar@yahoo.com

Contact person :

Dianisari Rinda A M,ST (Hp.081 809 379 843)
Desak Putu Damayanti, ST (Hp. 081 338 620 787)
I Putu Agus Wira Kasuma, ST (Hp. 081 797 465 30)
Drs. Muhajirin, MT (Hp. 081 321 254 963)

jadwal acara dapat di download disini

  • Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional ke-V
  • Kunjungan Kepala Biro Umum Kementerian Pekerjaan Umum
  • Sosialisasi Aplikasi E-Office di Lingkungan Puslitbang Permukiman
  • Penandatanganan Perjanjian Kerjasama
  • KUNJUNGAN LAPANGAN DALAM RANGKA BIMBINGAN TEKNIK PENANGANAN AIR LIMBAH DOMESTIK KE PUSLITBANG PERMUKIMAN
more
Copyright © 2009 Puslitbang Permukiman
Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman
Jl. Panyawungan, Cileunyi Wetan
Bandung - 40393 - INDONESIA
  • Home
  • Profile
  • Product
  • Services
  • Publication
  • Research
  • Gallery
  • Partner