Bimbingan Teknik Pelatihan Pengelolaan Air Bersih dan Kesehatan Lingkungan

//
Comment0
thumb beritaPermasalahan di wilayah transmigrasi di sekitar Indonesia yang umumnya sering terjadi salah satunya adalah pengelolaan air bersih dan kesehatan lingkungan. Permasalahan tersebut dapat muncul karena beberapa hal, diantaranya adalah ketidaktahuan para transmigran yang menghuni wilayah tersebut perihal masalah pengelolaan air bersih dan kesehatan lingkungan. Informasi perihal air bersih dan kesehatan lingkungan dapat sampai ke masyarakat transmigran dengan cara diadakannya sosialisasi maupun pelatihan yang biasanya disampaikan oleh Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. PSM yang memiliki bekal pengetahuan lebih perihal masalah tersebut dapat menyampaikan solusi yang diperlukan oleh masyarakat transmigran agar lingkungan transmigrasi menjadi sehat dan terkelola. Bimbingan teknik pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan perihal pengelolaan air bersih dan kesehatan lingkungan kepada para PSM dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang kemudian pada prakteknya akan diinformasikan kepada para transmigran di wilayah transmigrasi sesuai dengan wilayah kerja para PSM.

Bimbingan teknik ini diawali dengan orientasi bimbingan teknik oleh Ir. Bambang Hariyadi, MM dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Ir. Lya Meilani, MT dari Puslitbang Permukiman membuka acara bimbingan teknik dan dilanjutkan paparan perihal ”Kebijakan Penyelenggaraan Pelatihan” yang disampaikan oleh Ir. A. M. Sri Wrediningsih, MCE. Memasuki acara inti para narasumber menyampaikan materinya, diantaranya adalah Ir. Hartinisari, MT yang membawakan materi bertema ”Rumah dan Lingkungan Sehat”, dalam materinya beliau menyampaikan ”rumah dikatakan ’tumbuh’ karena manusia dalam melaksanakan kegiatan hidup dan melakukan transformasi dari kegiatan sosial, biologi, ekonomi ke dalam pengubahan bentuk fisik rumah, sehingga rumah bukanlah merupakan produk akhir”. Sementara itu pada hari yang berbeda Ir. Nurhasanah Sutjahjo, MM dalam materinya yang bertema ”Model Teknologi Tepat Guna Air Minum” menyampaikan ”ketersediaan transportasi menuju sumber mata air sangat penting karena jika tidak ada/ tidak memadai maka sumber mata air akan bersifat percuma saja”. Beliau juga menambahkan bahwa “perencanaan sistem air minum (sumber mata air, dll) harus direncanakan dengan prospek jangka panjang tidak hanya menghitung populasi penduduk yang saat ini saja”. Disamping para narasumber tersebut, terdapat juga para narasumber lain yang tergabung dalam Balai Lingkungan Permukiman Puslitbang Permukiman.

Bimbingan Teknik  ini merupakan kerjasama Puslitbang Permukiman dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Ketransmigrasian yang dilaksanakan selama 10 hari, dimulai tanggal 6 hingga berakhir 16 Juli 2010 bertempat di Puslitbang Permukiman Bandung dan diikuti oleh 30 peserta PSM yang mewakili Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi seluruh Indonesia. Selain kegiatan di kelas dilakukan pula praktek-praktek yang berkaitan dengan materi yang diberikan di Balai Lingkungan Permukiman Puslitbang Permukiman dan kunjungan ke Sekejengkol Kabupaten Bandung guna mempelajari praktek pengukuran debit dan pengolahan air limbah di wilayah tersebut.

Leave a Reply