Ciptakan Pemahaman Terkait Teknologi Terapan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Sumatera Utara

//
Comment0

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman turut berpartisipasi dalam Sosialisasi Teknologi Terapan Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diadakan oleh Badan Litbang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 s/d 27 April 2017 bertempat di Grand Antares Jl. Sisingamangaraja No. 238 Medan. Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Kepala Badan Litbang Provinsi Sumatera Utara Effendy Pohan, lalu Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Herry Faza yang mewakili Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR memberikan sambutan, dilanjutkan dengan sambutan Ibu Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung sekaligus membuka kegiatan sosialisasi ini.

Minimnya informasi terkait teknologi terapan yang didapat oleh masyarakat maupun stakeholders menjadi latarbelakang diadakannya kegiatan isosialisasi. Informasi tersebut meliputi jenis teknologi yang tersedia, dimana, hingga bagaimana mendapatkan teknologi terapan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun stakeholders. Kegiatan ini dihadiri oleh 98 peserta yang terdiri dari Bappeda, Balitbangda, dan SKPD bidang PUPR di Provinsi dan Kabupaten/Kota Sumatera Utara.

Untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan pembangunan di bidang PUPR yang didasarkan kepada hasil litbang di Sumatera Utara, perlu dilakukan komunikasi dan sinergitas antar lembaga litbang di bidang PUPR dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Utara, hal ini dikarenakan daerah yang lebih mengetahui permasalahan yang dihadapi dan Balitbang Kementerian PUPR sebagai penghasil teknologi akan siap membantu daerah dalam bentuk Pilot Project. Narasumber pada kegiatan ini adalah Agus Sarwono, Rahmat Pramudji, Dany Cahyadi (Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman), Anwar Yamin (Pusat Litbang Jalan dan Jembatan), Dery Irawan (Pusat Litbang SDA), dan Rezeki Perangin-angin (PKPT).

Pemanfaatan teknologi terapan di bidang PUPR secara optimal akan dapat terwujud apabila adanya alih teknologi dari inventor atau pemilik teknologi kepada masyarakat pengguna atau stakeholders di daerah dimana kearifan lokal diperlukan dalam penerapan teknologi untuk mengakomodasi budaya lokal agar penerimaan teknologi oleh masyarakat setempat lebih cepat dan masif.(Agus Sarwono/Putri Maharani)

Leave a Reply