Diseminasi Sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Indonesia tentang Analisa Biaya Konstruksi

//
Comment0
thumb berita

Perkembangan ilmu dan teknologi kontruksi bangunan pada masa sekarang yang sangat pesat tidak terlepas dari keinginan dan kebutuhan serta pemenuhan berbagai aspek yang dianggap perlu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan pembangunan gedung dan perumahan. Pemenuhan hal tersebut memerlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan pekerjaan dalam menghitung biaya yang digunakan. Disisi lain Analisa BOW (Burgeslijke Openbare Werken), 28 Februari 1921, No. 5372 A, merupakan produk dari Pemerintah Belanda yang masih umum digunakan sebagai acuan hingga saat ini oleh para konsultan, kontraktor dalam memperkirakan biaya konstruksi yang akan dibangun, maupun oleh para pengguna jasa untuk memperkirakan harga bangunannya. Terkait dengan perkembangan pembangunan gedung dan perumahan yang dibahas sebelumnya maka analisa BOW perlu diadakan perbaikan atau revisi indeks bahan dan upahnya.

Untuk mendukung hal tersebut SNI Analisa Biaya Konstruksi yang merupakan penyempurnaan dari BOW-1921 perlu dilakukan sosialisasi agar dapat menjadi acuan bagi pemerintah/ regulator, penyedia jasa konstruksi, masyarakat umum, maupun kalangan akademisi di perguruan tinggi untuk menentukan biaya konstruksi dan bangunan. Atas dasar itulah maka diseminasi-sosialisasi ini diadakan, tepatnya pada tanggal 16 Juni 2010 bertempat di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung dan dihadiri oleh 40 orang yang terdiri dari berbagai pihak terkait dalam penyelenggaraan pembangunan, antara lain; aparatur pemerintah bidang teknis keciptakaryaan dan permukiman, asosiasi kontraktor pelaksana, asosiasi konsultan perencana dan tenaga teknis lapangan.

Pada inti acara, beberapa narasumber memaparkan materi-materi yang dibawakannya. Ir. Budiono Sundaru selaku Kasubbid Standardisasi Puslitbang Permukiman Kementerian PU memaparkan materi bertema Kebijakan Umum Standar Nasional Indonesia (SNI) menyatakan bahwa, ”seluruh pekerjaan harus mempunyai standardisasi apalagi kegiatan ke-PU-an seperti kelayakan bangunan gedung, standar air minum, dll dan sesuai dengan UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen”. Beliau juga menambahkan ”peran SNI dalam mendukung infrastruktur permukiman diantaranya adalah penanganan masalah dalam bidang; kebakaran, gempa bumi dan urbanisasi”.  Sementara itu, W. S. Witarso, ST yang juga berasal dari Puslitbang Permukiman dalam materinya yang bertema Pemaparan Analisa Biaya Konstruksi (ABK), menyatakan bahwa ”SNI pada dasarnya bersifat sukarela, tapi standar keamanan di setiap konstruksi harus ada”. Beliau juga menambahkan bahwa ”standar pedoman manual harus dicantumkan dalam kontrak kerja”.

Diseminasi-sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia untuk menganalisa biaya konstruksi berdasarkan SNI dan sasarannya adalah; menyebarluaskan informasi sebagai standar pedoman dan referensi untuk praktisi dan para pemangku kepentingan dan terwujudnya kesamaan persepsi dalam hal mengestimasi/ memperkirakan pembiayaan suatu konstruksi bangunan.

Leave a Reply