Diskusi Teknik : Pemanfaatan Lumpur Sidoarjo untuk Beton Polimer dan Bata Merah

//
Comment0

Semburan lumpur Sidoarjo yang telah berlangsung pada tahun 2006 masih tetap terjadi hingga hari ini. Semburan tersebut menyebabkan berbagai dampak negatif bagi masyarakat. Terutama dalam bidang sosial, ekonomi, gangguan transportasi karena hilangnya wilayah yang menyebabkan sulitnya akses bagi masyarakat di wilayah sekitar Lumpur Sidoarjo.

Atas sebab inilah Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman melakukan penelitian mengenai upaya mengolah lumpur Sidoarjo. Hasil ini kemudian didiskusikan dalam Diskusi Teknik yang diselenggarakan pada tanggal 6 Desember 2016.

Kegiatan Diskusi Teknik ini membahas hasil analisa yang telah dilakukan Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan mengenai kandungan bahan yang ada dalam Lumpur Sidoarjo (Lusi). Tim lapangan menemukan fakta bahwa bahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Lumpur Sidoarjo dapat digunakan sebagai bahan bangunan keramik dan beton polimer dengan dibentuk terlebih dahulu menjadi agregat ringan dan bahan pozolan (mikro lusi) melalui proses pembakaran, penghalusan, dan pengayakan. Mikro lusi yang dihasilkan memiliki sifat pozalonik yang sangat baik, dan memenuhi syarat untuk pembuatan beton dan bata tanpa bakar. Beton ringan yang dihasilkan dengan cara ini telah memenuhi syarat untuk komponen strukturan dengan fcr = 20 Mpa (200 K/cm2), dengan densitas 1,2-1,3. Sementara Bata yang dihasilkan dengan cara ini memiliki kuat tekan 27 kg/cm2 dan cukup stabil terhadap pengaruh air. Bahkan dengan pemanfaatan Mikro Lusi juga dapat diterapkan menjadi campuran semen dan mendukung perusahaan semen untuk menciptakan semen yang eco-friendly.

Diskusi yang dihadiri oleh Peneliti, Pakar Bahan Bangunan Keramik dan Pakar Bahan Polimer ini pada akhirnya diharapkan dapat membuka potensi untuk mengurangi dampak negatif yang sudah dirasakan masyarakat. Sekaligus menjadi solusi bagi Pemerintah terhadap permasalahan yang belum selesai sejak 2006 lalu.

Leave a Reply