Drainase Zero Run-Off

//
Comment0

Drainase Zero run off adalah drainase kawasan yang berfungsi mengalirkan air limpasan yang dibuang ke luar kawasan atau ke saluran kota dapat direncanakan sekecil mungkin hingga dicapai nol persen (zero run off). Teknologi drainase berwawasan lingkungan ZRO Puslitbang Permukiman adalah keterpaduan antara intensitas hujan, tampungan, resapan, manfaat atau konsumsi dan alirkan (ITRMA) sisa air limpasan ke luar kawasan hingga nol persen (zero run off).
Ketentuan perencanaan :
• Curah hujan rata-rata dan maksimum, runtut waktu minimum 4 tahun, berupa data harian atau data hujan dari Stasiun BMGK;
• Luas bidang tadah (catchment area), yaitu luas atap dan lahan masing-masing, serta jumlah bangunan yang ada;
• Talang atap (talang horizontal dan vertikal selurh bangunan);
• Jumlah karyawan atau penghuni setiap banguan serta standar kebutuhan air minum;
• Topografi, berdasarkan peta kawasan hasil pengkuran di lokasi;
• Geologi dan geohidrologi serta muka air sumur dangkal sekitarnya (opsional);
• Sarana dan prasarana eksisting meliputi: batas wilayah tadah daerah layanan sistem drainase yang ada (saluran tersier, sekunder dan primer serta drainase lokal)
• Tata guna lahan kawasan (site plan) eksisting;
• Perencanaan mecakup: intensitas hujan dan debit hujan rencana, dimensi saluran pengaliran, jumlah konsumsi air dan pemanfaatan air hujan, kebutuhan tampungan dan resapan, kebututhan pompa, peralatan mekanikal dan elektrikal lainnya serta pengelola.
Keunggulan :
• Menahan air limpasan di dalam kawasan sendiri hingga 100% atau mengalirkan air hujan ke luar kawasan hingga nol persen (zero run off);
• Memenuhi konsumsi air minum langsung;
• Menyediakan air baku untuk keperluan lainnya;
• Membantu konservasi air tanah kawasan;
• Meningkatan efektifitas panen air hujan (rain water harvesting);
• Membantu penurunan atau pengendalian puncak banjir atau air genangan pada kawasan.

drainase zero run off 3 drainase zero run off 4 drainase zero run off 5

Leave a Reply