FGD ke-2 Penerapan Model Pengolahan Air Bersih dan Sanitasi Pada Permukiman Tepi Danau Maninjau

//
Comment0

Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) ke-2. FGD dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 November 2018 di ruang rapat kantor Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. FGD diadakan dari Kegiatan Penerapan Model Pengolahan Air Bersih dan Sanitasi Pada Permukiman Tepi Danau Maninjau Provinsi Sumatera Barat TA. 2018. Acara dihadiri oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Agam, Dinas Pariwisata Agam, Bappeda, Kecamatan Tanjung Raya, Wali Nagari Duo Koto, BUMNag, pengelola PAMSIMAS, PDAM dan perwakilan masyarakat calon pengelola model.

FGD ke-2 merupakan lanjutan dari FGD bulan September 2018 lalu. FGD ini bertujuan untuk menjaring masukkan dan membentuk pengelola model-model air bersih dan sanitasi yang telah dibangun. Kegiatan ini dimulai dengan laporan penyelenggaraan dari Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan Agus Sarwono, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan FGD oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam Rahmad Lasmono.Danau Maninjau2

Ketua tim kegiatan, Asnah Rumiawati memberikan paparan mengenai progres pelaksanaan kegiatan. Selain itu terdapat paparan dari para nasumber  Puskim yaitu Operasi dan Pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Minum oleh Giman serta Biaya Operasional Pengelolaan Model Air Bersih dan Sanitasi oleh Atang Sarbini. Setelah paparan dari narasumber dilanjutkan dengan diskusi dan tanggapan terkait pengelolaan model air bersih dan sanitasi. Dinas Perkim, Wali Narai Duo Koto, dan Jorong Tanjung Batuang memberikan tangapan dan saran dalam FGD ini.

Terdapat beberapa kesepakatan sebagai hasil dari pelaksanaan FGD yaitu (1)  Pembentukan pengelola sementara yang terdiri dari Dinas Perkim, Dinas Pariwisata, Kecamatan Tanjung Raya, dan Nagari Duo Koto yang akan dilatih pada pelatihan operasi dan pemeliharaan model. (2) Pengelola definitive akan ditentukan oleh rapat koordinasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, Camat Tanjung Raya dan Nagari Duo Koto. (3) Operator atau teknisi model berasal dari Nagari Duo Koto. (4) Harus dibuat regulasi daerah sebagai dasar pengelolaan model air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan. (5) Harus dibuat bagan organisasi pengelolaan dan Standar Operasi dan Pemeliharaan (SOP) yang jelas. (Dany Cahyadi/Putri)

Leave a Reply