FGD : Pengelolaan Persampahan & Air Limbah di Pulau Kecil

//
Comment0

Permasalahan persampahan tidak hanya bersumber dari pulau kecil, namun juga bersumber dari lautan lepas. Masalah ini menjadi bisa sangat serius jika adanya kawasan perkotaan di pulau kecil tersebut. Masalah-masalah lingkungan yang muncul bisa disebabkan karena sampah, juga pencemaran air akibat limbah pembuangan. Hal ini membuat ekosistem pulau pesisir menjadi rawan pencemaran, dan karena itu dibutuhkan infrastruktur pengelolaan air limbah yang tepat.

Maka, pada hari Rabu (9/11) lalu, Pusat Litbang Perumahan & Permukiman mengadakan focus group discussion (FGD) di Grha Wiksa Praniti, Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari solusi yang tepat guna terhadap pulau-pulau kecil yang mengalami atau berpotensi menghadapi persoalan serupa.

Dalam kegiatan FGD ini, Pusat Litbang Perumahan & Permukiman menggelar diskusi mengenai konsep perencanaan penyediaan infrastruktur permukiman yang ideal di kawasan pulau kecil. Diskusi kemudian difokuskan pada jenis pengelolaan serta kriteria prioritas program. FGD kali ini menggunakan Pulau Pramuka yang berada di Kepulauan Seribu, sebagai subyek diskusi.

Kegiatan FGD dihadiri oleh Sandhi Eko Bramono, perwakilan dari Bappeda, perwakilan dari PPLP Kawasan Khusus, Ditjen Ck, dan tentu saja Peneliti Puslitbang Permukiman PUPR. Kegiatan ini kemudian membahas tentang konsep dan usulan mengenai tahapan perencanaan pengelolaan persampahan di pulau-pulau kecil.

Selain membahas tentang pengelolaan sampah juga membahas tentang usulan dan tahapan terhadap pengelolaan air limbah di pulau kecil. Dari terlaksananya FGD ini diharapkan dapat menjadi pedoman para ahli dan praktisi dalam melakukan perencanaan pengelolaan persampahan dan air limbah di pulau-pulau kecil.

Leave a Reply