Gedung RISHA Tetap Berdiri Setelah Gempa Bumi Lombok

//
Comment0

Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian wilayah di Bali. Gempa tersebut pertama kali dirasakan pada tanggal 29 Juli 2018. Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah II Denpasar Johnny Rakhman meninjau lokasi penerapan teknologi RISHA bersama pembantu peneliti Putu Geriasena, pasca gempa di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Peninjauan dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2018.

Teknologi RISHA diterapkan pada gedung pertemuan di Desa Karang Bajo. Gedung dibangun pada tahun 2010. Gedung tersebut menggunakan teknologi struktur RISHA dengan ukuran denah 9m x 9m. Penutup lantai menggunakan paving. Dinding gedung menggunakan panel beton berbahan batu apung pada bagian bawah dan anyaman bambu serta rangka pada bagian atas. Rangka atap menggunakan kayu LVL (Laminated Veneer Lumber) dan penutup atap menggunakan genteng metal.WhatsApp Image 2018-08-01 at 2.55.18 PM

Hasil tinjauan lapangan pasca gempa menunjukkan gedung RISHA masih berdiri kokoh jika dibandingkan dengan bangunan yang ada disekelilingnya. “Banyak rumah/bangunan yang runtuh, struktur RISHA masih bertahan walau diguncang gempa bumi 6,4 skala richter,” ungkap Johnny Rakhman. “Posisi gedung RISHA ini berada pada episenter gempa,” tambahnya.

Diharapkan dengan adanya tinjauan ini dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Struktur RISHA terbukti tetap berdiri kokoh dan meminimalisir kerusakan bangunan saat gempa terjadi. (Putri Maharani)

Leave a Reply