INKUBASI TEKNOLOGI PRODUK HASIL LITBANG PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN

//
Comment0

Bandung, Pentingnya suatu lembaga inkubasi yang secara fokus memfasilitasi kegiatan inkubasi, lembaga ini berfungsi sebagai mediasi hasil riset dan penerapan di lapangan atau yang menghasilkan suatu  usaha mula /start up berbasis hasil riset, melalui bantuan pelatihan, pemasaran, jejaring produk, proses inkubasi berdampak keberhasilan  lebih besar dari non inkubasi.

Pada tahap awal pembentukan lembaga intermediator (inkubator) secara non struktural (fungsional) Pusat litbang Perumahan dan Permukiman dapat diusulkan dan berlanjut  ke level atas yang dapat dilakukan secara struktural (di level balitbang atau sekjen Kemen PUPR).

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR  mengadakan kegiatan pemetaan pemeringkatan Produk dengan tool TRL ( Technology Readinsess Level) dan model Inkubasi, pada tanggal 28 – 29 Desember 2015 di Lembang Bandung, acara dihadiri beberapa para pejabat eselon 3, para peneliti, perekayasa di lingkungan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman dan Kepala Pusat litbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR  Prof ( R ). Dr. Ir. Arief Sabaruddin, CES, sekaligus membuka acara diskusi teknis pemetaan produk hasil ltbang Perumahan dan Permukiman dan Model inkubasi.

SAM_1773

Sebagian para peserta Distek Inkubasi Teknologi foto bersama 

Kegiatan pemetaan produk hasil ltbang Perumahan Permukiman dan Model inkubasi.terbagi menjadi beberapa tahap penilaian,  

  1. Tahap Persiapan; a. Pengkodisian/ pemahaman awal terhadap hasil riset b. Penentuan kesepakatan nilai batas (komplit indikator)
  1. Tahap Eksplorasi Substansi;  a. Depth interview  b. Komplementasi dokumen pendukung
  1. Tehap Terminasi ;  a. Penghitungan – Tekno Meter  b. Penentuan hasil pengukuran dan intepretasi hasil

WP_20151228_003

Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman menyampaikan sambutannya 

Adapun pembicara pada hari pertama kegiatan ini yaitu ;

  • Arwanto (Direktur audit BPPT dan Pakar TRL), menyampaikan tentang  Assesmen produk hasil Litbang Perumahan dan Permukiman ;
  • Asep Husni, M.Si, Kuncoro, M. Si (peneliti dan pakar TRL BPPT), Dedi Suhendri (perekayasa dan pakar TRL) ;
  • Peneliti /inventor terkait produk Risha, Gewang, Kayu Komposit dan Bio three hadir untuk mempresentasikan produk terkait secara paralel yang dimoderatori Ka Balai terkait.

Hasil assesment tersebut, dari skala 1-9, untuk produk Risha mendapat skala 9, Gewang dan Biothree skala 7, kayu komposit skala 3.

Beberapa masukan nara sumber antara lain perlu dilakukan perhitungan lanjut dan validasi terkait biaya-biaya produksi atau investasi sehingga diperlukan kolaborasi dengan lembaga intermediasi (inkubator), sedangkan pada skala penuh diperlukan inovasi lanjut untuk menjamin keberlangsungan produk.

Pembicara pada hari kedua yaitu ;

  • Sigit Purwanto, MT dari ITB mempresentasikan Inkubasi Bisnis dapat dilakukan melalui tahap pra inkubasi, inkubasi maupun pasca Inkubasi melalui jejaring Academic / Researcher – Business- Goverment.
  • Bambang S Pujantiyo memaparkan penelitian David Monkman presiden NBIA (National Business Incubation Assotiation) bahwa melalui bantuan pelatihan, pemasaran, pendanaan, jejaring produk, proses inkubasi berdampak keberhasilan lebih besar dari non inkubasi. Tahap TRL sebagai tahap awal inkubasi yang selanjutnya,

 

DSC_0138 DSC_0141

Nara sumber menyampaikan paparannya 

 

 

Leave a Reply