Koordinasi Penerapan Teknologi Instalasi Pengolah Air Limbah dan Air Bersih TA. 2017 dengan Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman Yogyakarta

//
Comment0

Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan menjadi tuan rumah pelaksanaan rapat koordinasi terkait penerapan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Bersih di sekitar Pantai Bebas Danau Toba Prapat yang direncanakan oleh Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman Yogyakarta, Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Tahun Anggaran (TA) 2017.

Rapat yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Januari 2017 diawali dengan 20170131_101933sambutan Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan, Agus Sarwono dan dilanjutkan dengan penjelasan terkait tujuan pengadaan rapat koordinasi oleh Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman Yogyakarta, Achjat Dwiatno.

Kegiatan penerapan teknologi ini yang melibatkan antar balai diharapkan dapat saling bersinergi dan mendukung penanganan permasalahan air bersih dan air limbah pada permukiman tepi danau dalam rangka meningkatkan fungsi serta pelestarian danau. Pada TA 2016 lalu, Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan  melakukan kegiatan Pemetaan Karakteristik Sistem Sanitasi Permukiman Tepi Danau di Sumatera dan dilanjutkan pada TA 2017 dengan kegiatan Pengembangan Model Pengolahan Sistem Sanitasi Permukiman Tepi Danau di Provinsi Sumatera Utara.

Telah diketahui bahwa Sanitasi merupakan salah satu target Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2015 – 2019 yang dikenal dengan Program 100 – 0 – 100 yaitu, 100 % pelayanan air minum, 0 % kawasan kumuh, dan 100 % sanitasi layak (Dirjen Cipta Karya 2014).

Penerapan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Bersih ini diproyeksikan akan mendukung kawasan pariwisata di Danau Toba Sumatera Utara, untuk hal tersebut dibahas pula beberapa alternatif lokasi penerapan di sekitar Danau Toba. Hasil rapat tersebut oleh Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman Yogyakarta akan didiskusikan dengan Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi untuk mendapat persetujuan. (Agus Sarwono/Putri Maharani). 

Leave a Reply