Koordinasi Persiapan Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional 2017

//
Comment0

Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan telah melaksanakan Rapat Koordinasi terkait Persiapan Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional 2017 pada hari Jumat tanggal 27 Januari 2017 di Medan. Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Arief Sabaruddin dengan peserta rapat yaitu Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan Agus Sarwono beserta staf, Kepala Balai Litbang Tata Bangunan Arvi Argyantoro, Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah III Makassar Yusnewati Ismail serta Narasumber Purnama Salura dari Forum Masyarakat Arsitektur Tradisional Indonesia.

Rapat diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan dan dilanjutkan dengan pengarahan serta evaluasi kegiatan Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional 2016 lalu oleh Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman.  IMG-20170128-WA0004

Tahun ini, Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional mengangkat topik Menerapkan Kemanfaatan Pengetahuan Lokal dan Arsitektur Tradisional untuk Permukiman Masa Kini dan Mendatang. Rangkaian kegiatan akan dibagi menjadi tiga yaitu Diskusi Teknik Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Seminar Tradisional, serta Karya Wisata.

Kegiatan seminar ini bertujuan untuk memperoleh rekomendasi terkait pengembangan permukiman masa kini dan mendatang berdasarkan nilai-nilai tradisi yang baik dan mendapatkan masukan terkait tantangan serta kebutuhan litbang permukiman tradisional. Seminar ini mengundang seluruh pihak yang berkecimpung dan terlibat dalam penelitian dan praktek Arsitektur Tradisional untuk menyampaikan dan mempresentasikan makalah dengan sub-topik yaitu Penerapan tradisi pengetahuan tektonika (keteknikan yang didalamnya tercakup struktur dan konstruksi), Penerapan tradisi penguasaan pengetahuan material bangunan, serta Penerapan tradisi cara membangun.

Seluruh abstrak dan makalah yang masuk akan diseleksi oleh para reviewer. Makalah yang akan diterima untuk dipresentasikan dibatasi 30 makalah. Nanti akan dipilih 3 makalah terbaik untuk diberi penghargaan dan dimuat didalam jurnal Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman yang terakreditasi. Tim reviewer terdiri dari wakil Pemerintah, akademisi dan peneliti arsitektur tradisional serta Forum Masyarakat Arsitektur Tradisional Indonesia (FORMAT).(Agus Sarwono/Putri Maharani)

Leave a Reply