Kunjungan PKPT Terkait E-Catalogue LKPP

//
Comments5

Pada era digital, sistem E-marketing dan E-catalogue sudah tidak asing lagi di kalangan pengguna internet. Para pelaku industri pun sudah mulai beralih menggunakan publikasi melalui media internet dibandingkan publikasi konvensional seperti brosur dan pamflet. Hal itulah yang melatarbelakangi kunjungan PKPT (Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi) ke Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman terkait readiness level kesiapan teknologi dan aplikator Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman dalam sistem e-catalogue LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah).

Kunjungan dilaksanakan pada Jum`at, 24 Juni 2016 dihadiri oleh Perwakilan Balai – Balai dan Bagian Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman. Pertemuan ini membahas pengenalan LKPP dan manfaat dari keikutsertaan Pusat Litbang dalam sistem E-catalogue LKPP.

E-Catalogue LKPP (1)

E-catalogue akan membantu produk Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman lebih dikenal masyarakat. Selain itu dapat menghubungkan para aplikator dan user dari produk secara langsung,”ujar Andri, perwakilan dari PKPT. “Sistem ini dapat menjangkau lebih luas calon user ataupun masyarakat awam yang ingin menggunakan teknologi dari Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman. Secara singkat bisa dikatakan bahwa LKPP menjadi mediator,” tambahnya.

Selain memuat produk, di dalam website LKPP terdapat pula penjelasan lengkap, seperti kualifikasi produk, harga produk, hingga aplikator yang tersedia. Telah diketahui bahwa selama ini Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman tidak diperbolehkan memperjualbelikan teknologi yang dihasilkan secara langsung kepada masyarakat. Aplikator merupakan pihak ketiga yang diperbolehkan untuk menyebarluaskan dan memperjualbelikan teknologi tersebut kepada masyarakat. LKPP turut membantu menjembatani antara Pusat Litbang, aplikator, dan user.

E-Catalogue LKPP (3)

Supaya produk yang dijual oleh aplikator dapat masuk pada sistem E-catalogue LKPP, para aplikator diharuskan untuk melakukan uji spesifikasi dan standarisasi sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Selain itu HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) menjadi poin penting yang harus disepakati antara aplikator sebagai penjual dengan inventor selaku pemilik dari teknologi tersebut.

LKPP tidak hanya membantu proses publikasi dan pemasaran saja, tetapi menghubungkan pula antara inventor dengan aplikator serta user dengan aplikator. Kedepannya, diharapkan agar teknologi yang dihasilkan Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman dapat dimanfaatkan lebih banyak oleh masyarakat.

5 Responses

Leave a Reply