Masyarakat Sudah Terbiasa Hidup di Lingkungan yang Tidak Nyaman

//
Comment0
thumb beritaDemikian disampaikan Ir. Arief Sabaruddin, CES, peneliti senior Puslitbang Permukiman dalam ceramah yang disampaikan pada acara “Sosialisasi Standar Pedoman dan Manual” yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juli 2010 di Hotel Bali World, Bandung. Lebih lanjut, Ir. Arief mengatakan bahwa akibat keterbiasaan melalaikan standar kehidupan, maka masyarakat sebagian besar tidak menyadari bila kehidupannya tidak layak.

Sosialisasi yang mengambil tema “Melalui SPM Kita Tingkatkan Kualitas Pembangunan Infrastruktur Permukiman” diselenggarakan oleh Puslitbang Permukiman bekerjasama dengan Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat dalam rangka memperkenalkan SPM bidang permukiman dari sisi administrasi teknik, analisa biaya konstruksi dan bahan bangunan. Diawali dengan sambutan dari Ir. Arvi Argyantoro, MA, yang mewakili Kepala Puslitbang Permukiman, acara sosialisai dibuka oleh Rachmad Latief, Kabid Jasa Konstruksi yang mewakili Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan.

Berkaitan dengan konstruksi bangunan tahan gempa, Ir. Kristanto, ST, peneliti Puslitbang Permukiman menyampaikan pentingnya deformasi dalam rancangan bangunan gedung dengan hitungan-hitungan untuk mereduksi kerusakan bila terjadi gempa.

Acara sosialisasi juga mendiskusikan tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Konstruksi Bangunan dan Standar-standar Konstruksi Bangunan yang disampaikan oleh para peneliti Puslitbang Permukiman W.S. Witarso, ST, dan Ir. Budiono Sundaru.

Leave a Reply