Pelatihan Pengawas Konstruksi Beton Pracetak Bangunan Gedung

//
Comment0
thumb berita

Keadaan Indonesia yang saat ini sering dilanda bencana alam terutama gempa bumi, membuat beberapa bangunan di tempat yang terkena gempa tersebut secara umum mengalami kerusakan maupun kehancuran. Dalam penelitian yang dilakukan oleh instansi pemerintah beberapa waktu lalu, pada bangunan yang terkena dampak gempa baik di Kota Padang, Yogyakarta, maupun Tasikmalaya, banyak terdapat kesalahan fatal dalam hal konstruksi bangunannya. Hal ini bisa dikarenakan oleh beberapa sebab diantaranya adalah ketidaktahuan pihak pembuat bangunan (baik arsitek maupun kontraktor) dalam melakukan perancangan bangunan yang tahan gempa hingga kecurangan-kecurangan dalam pembuatan bangunan dapat mengakibatkan kerugian pada saat terjadinya gempa bumi. Atas dasar itulah maka pelatihan ini diadakan.

Pelatihan dilaksanakan di Puslitbang Permukiman pada tanggal 27 Agustus 2010 dengan mengundang beberapa pihak: para peneliti Puslitbang Permukiman, pakar dari Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI), perwakilan dari PT. Fosroc Indonesia dan para peserta yaitu pengawas konstruksi beton pracetak bangunan gedung.

Pelatihan diawali dengan sambutan dari perwakilan Puslitbang Permukiman Drs. Duddy D. Kusumo, MBA selaku Kepala Sub Bidang Diseminasi dan sambutan dari perwakilan IAPPI,  Ir. Aminadi, MM. Feri Eka Putra ST, MT dari Puslitbang Permukiman membawakan materi Metode Pengujian dan Analisa Sistem Struktur Pracetak menjelaskan tentang tata cara, peralatan, cara pengujian hingga hasil pengujian yang diperoleh dari pengujian sistem struktur pracetak yang sudah dilakukan di Puslitbang Permukiman. Sementara itu perwakilan dari IAPPI yaitu DR. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, MT dengan materi Perilaku Aktual Bangunan Gedung dengan Sistem Pracetak terhadap Gempa Kuat memperkenalkan tentang bangunan rumah susun yang sudah mengadaptasi sistem struktur pracetak yang bertahan baik terhadap gempa, beberapa diantaranya adalah kompleks Rusun Cingised Bandung, Rusunawa Universitas Negeri Garut, Rusunawa Universitas Siliwangi Tasikmalaya dan juga Rusunawa Universitas Andalas di Padang. Sedangkan perwakilan dari PT. Fosroc Indonesia, Bambang S. Haryono, menjelaskan tentang beberapa cara dalam memperbaiki dan memperkuat struktur bangunan pasca gempa dengan menggunakan beberapa metode dan peralatan-peralatan khusus. Selain itu juga hadir pembicara dari Puslitbang Permukiman lainnya yaitu Ir. Wahyu Wuryanti, MSc dan Ir. Sutadji Yuwasdiki, Dipl. E. Eng. Pelatihan diakhiri dengan kunjungan ke Laboratorium Struktur dan Konstruksi Bangunan dengan pemandu lapangan Cecep Bacheri B., Dipl. E. Eng.

 

Leave a Reply