Pelatihan Teknis Teknologi Sanitasi Tepat Guna Kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman dengan Dinas Kesehatan-Pemerintah Kabupaten Serang

//
Comments3

Permukiman yang sehat adalah kebutuhan primer masyarakat. Untuk memenuhi hal tersebut peningkatan pemahaman tentang lingkungan permukiman yang sehat perlu untuk diketahui dan disebarluaskan. Pemahaman ini merupakan bekal bagi instansi pemerintah untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Salah satunya adalah Dinas Kesehatan, yang bekerjasama dengan masyarakat guna mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat. Atas dasar itulah pelatihan teknis ini diadakan guna memberikan wawasan kepada pihak Dinas Kesehatan, khususnya para sanitarian, mengenai pengelolaan air bersih, persampahan dan sanitasi untuk selanjutnya disebarluaskan kepada masyarakat setempat.

Pelatihan teknis yang diselenggarakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Bandung pada tanggal 5 November 2010 ini, dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Provinsi Banten, khususnya para sanitarian. Acara ini diawali dengan sambutan dan pembukaan oleh Ir. Lya Meylani, MT, peneliti Balai Penyehatan Lingkungan Pusat Penelitian dan Permukiman yang mewakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman dan dilanjutkan dengan sambutan oleh dr. Maria Ismiati MS, Sp, Ok, Kepala Bidang P2KL Dinas Kesehatan Kabupaten Serang yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang.

Memasuki materi utama, acara diisi dengan presentasi dan diskusi yang dibawakan oleh para narasumber dari Balai Penyehatan Lingkungan Permukiman Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman. Dra. Tuti Kustiasih, narasumber pertama, membawakan materi berjudul ”Teknologi Tepat Guna Pengolahan Air di Lingkungan Pesisir, Pegunungan”. Dalam materinya secara garis besar dijelaskan tentang permasalahan air bersih/ air minum, teknologi pengolahan air minum dan teknologi tepat guna pengolahan air. Beliau juga menjelaskan bahwa teknologi tepat guna bidang air bersih antara lain berupa; teknologi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, mudah dalam hal pengoperasian, murah biaya operasional, mudah disebarluaskan, paling tepat digunakan untuk memecahkan masalah lingkungan setempat dan bersifat sederhana maupun maju.  Sementara itu, Ir. Lya Meylani, MT, narasumber kedua, membawakan materi berjudul ”Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Pengolahan Sampah Rumah Tangga-Pengkomposan). Beliau membahas tentang pengelolaan sampah 3R berbasis masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya, antara lain dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah timbulan sampah sejak dari sumber dengan beberapa cara, diantaranya adalah; pengurangan konsumsi barang kemasan, pemilahan sampah, dan membudayakan kontrol sosial agar pengelolaan sampah berbasis 3R dapat berlangsung terus-menerus (continue). Diakhir acara, narasumber Atang Sarbini, ST membawakan presentasi dan diskusi tentang ”Model-Model Jamban Sederhana”, dan diakhiri dengan kunjungan ke Balai Penyehatan Lingkungan Permukiman Puslitbang Permukiman.

Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, diharapkan para sanitarian Kabupaten Serang dapat menyebarluaskan hasil pelatihan yang didapat bagi lingkungan tempat masing-masing sanitarian bekerja. Sehingga lingkungan yang bersih dari segi air, persampahan maupun sanitasi dapat terwujud.

3 Responses

Leave a Reply