Pemanfaatan Teknologi Air Minum dan Sanitasi di Beji, Depok

//
Comments3

Implementasi kebijakan penerapan teknologi air minum dan sanitasi terpadu, sesuai Rencana Strategis (Renstra) tahun 2014 – 2019 adalah penerapan teknologi air minum dan sanitasi di zona hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung RW14 Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji Kota Depok. Kondisi di lapangan untuk memenuhi keperluan air minum dalam kegiatan aktivitas sehari – hari masyarakat menggunakan air sumur (25%), air sungai (65%), air PDAM (10%). Kondisi sosial diketahui jumlah penduduk RW14 yang memanfaatkan air minum hasil pengolahan teknologi air minum isi ulang Puslitbang Permukiman Kementerian PUPR terdiri dari empat RT yaitu RT 3, RT 4, RT 6, dan RT 7.

Dari jumlah penduduk dengan 176 KK, mayoritas masyarakat bekerja pada sektor nonformal sebagai buruh bangunan, pedagang, pengepul sampah, berladang, jasa. Persentasenya mencapai 87%. Sisanya 13% bekerja pada sektor formal. Tingkat pendidikan sebanyak 49% lulusan SD, 23% SLTP, 18% SLTA, dan 6% Lulusan Perguruan Tinggi (D3/S1).

Pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan air daur ulang untuk kegiatan aktifitas rumah tangga sehari – hari masih minim. Masyarakat percaya terhadap kualitas air daur ulang melalui pengolahan hasil litbang Puskim dan memanfaatkannya untuk keperluan selain minum dan memasak yaitu 36% untuk menyiram tanaman, 54% pembilas toilet, 3% mencuci pakaian, 2% mandi, lainnya 5% untuk mencuci kendaraan dan menyiram halaman rumah. Dalam memotivasi masyarakat terhadap perubahan yang ada di lingkungannya, baik yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat maupun keberadaan teknologi yang perlu disesuaikan dilakukan pendekatan masyarakat melalui empat tahap yaitu tahap identifikasi dan pencarian lokasi penerapan model, tahap pra pelaksanaan pembangunan, tahap pembangunan, serta tahap pemeliharaan dan pemanfaatan.

Tim Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman bekerja sama melakukan sosialisasi dan FGD dengan pemerintah daerah setempat yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, Bappeda Kota Depok, Dinas PU dan ESDM Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beiji, Kelompok Kerja (Pokja) dan masyarakat pengguna teknologi air minum dan sanitasi.

Dampak dari pelaksanaan penataan kawasan permukiman diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi masyarakat di lokasi penelitian dan mengurangi tingkat penurunan angka penyakit yang disebabkan pemakaian air bersih, pengelolaan air limbah dan pengelolaan sampah. (Lia Yulia Iriani dilansir dari Majalah Dinamika Riset Edisi I Tahun 2018).

Untuk mendowload majalah Dinamika Riset Edisi I Tahun 2018 klik disini.

3 Responses

Leave a Reply