Pembangunan Rumah Bertahap Menggunakan Teknologi RISHA

//
Comments2

Salah satu penyebab rusaknya bangunan akibat gempa bumi adalah ketidakonsistenan metoda pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis termasuk dalam sistem sambungan komponen struktur Bangunan yang berakibat menurunnya kualitas bangunan secara keseluruhan. Untuk mencegah hal tersebut maka dikembangkan Teknologi Risha sejak tahun 2004. Teknologi Risha dapat mereduksi kesalahan berulang dalam membangun rumah, khususnya kesalahan detailing pada sistem sambungan penulangan kolom, balok, sloof dan yang lainnya. Dengan teknologi Risha kesalahan berulang tersebut dapat dihilangkan karena panel yang sudah terstandarisasi serta sistem sambungan yang dapat dikendalikan dan dicek pada saat pelaksanaan maupun sesudahnya.

struktur risha
Struktur Risha selain tahan gempa, juga memiliki kelebihan dalam proses membangunnya bisa sangat cepat satu unit bisa dikerjakan dalam hitungan hari saja dan kurang dari satu minggu serta pembangunnya dapat dilakukan secara bertahap.

struktur risha 2

struktur risha 3
Pada foto foto di atas, terlihat prioritas pertama pada struktur bangunannya terlebih dahulu agar lebih terjamin keselamatan dari penghuninya, sedangkan dinding pengisi dapat menggunakan berbagai pilihan bahan yang tersedia. Untuk kondisi darurat dapat menggunakan bahan bangunan hasil daur ulang dari bahan/reruntuhan bangunan yang masih layak pakai, bahan panel yang umur rencananya kurang dari lima tahun seperti yang digunakan pada Huntara untuk pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, dengan harapan masyarakat dapat segera tinggal di rumah sehat dan tahan gempa, untuk selanjutnya masyarakat dapat secara bertahap meningkatkan kualitas dinding pengisi dengam bahan yang permanen.
Pentahapan ini selain untuk mempercepat proses pembangunan dan penghunian serta menyesuaikan dengan anggaran yang ada, juga untuk sebanyak mungkin melibatkan masyarakat korban bencana dalam pembangunan, sehingga mereka tidak hanya sekedar menunggu bantuan tapi terlibat dalam pembangunan kembali serta mengisi waktu kosong sampai kondisi perekonomian pulih kembali.

2 Responses

Leave a Reply