upmenu upmenu upmenu upmenu upmenu
  • English
  • Bahasa Indonesia
  • Profil
    • Sejarah
    • Tugas dan Fungsi
    • Visi dan Misi
    • Lingkup Kegiatan
    • Renstra Puslitbang
    • Organisasi
      • Struktural
        • Kepala Puskim
        • Balai dan Bidang
        • Loka
      • Fungsional
        • Peneliti
        • Perekayasa
  • Produk Litbang
    • SNI
    • Teknologi Terapan
    • Pedoman
    • Spesifikasi Teknis
  • Jasa Layanan
    • Fasilitas Lab
    • Kursus
    • Pustaka
    • Advis Teknis
  • Publikasi
    • Jurnal
    • Buletin
    • HAKI
  • Database Aplikasi
    • E-Office
    • Desain Spektra 2011
    • SIPERKIM
    • TNDE
    • Database Permukiman
      • Database Kumuh
  • Galeri
    • Album Kegiatan
    • Produk
    • Agenda Puskim
  • Mitra
teknologi-terapan

Pengembangan Bambu Komposit sebagai Bahan Bangunan Alternatif Pengganti Kayu

Latar Belakang

Saat ini kayu yang berkualitas semakin sulit diperoleh di pasaran, sehingga perlu dicari bahan lain sebagai penggantinya. Bambu cepat tumbuh adalah salah satu jenis yang dapat digunakan, karena selain mempunyai masa panen hanya 3 sampai 5 tahun, potensinya pun cukup besar di beberapa daerah dan bersifat renewable  serta sangat sesuai dengan kebutuhan industri. Beberapa aspek sifat bambu lebih baik daripada kayu, tetapi bambu memiliki kekurangan untuk digunakan sebagai bahan konstruksi secara langsung. Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan untuk dapat mengolah bahan bambu menjadi balok mirip kayu dengan kekuatan yang tinggi. Pengembangan pembuatan balok bambu dilakukan dengan bantuan pelatihan produksi, sehingga dapat dibuat unit produksi dan dapat dilakukan dengan skala UKM.

Hasil penelitian Balai Bahan Bangunan – Puslitbang Permukiman pada tahun anggaran 2007 menunjukkan bahwa, dengan menggunakan perekat resin (cara pres panas atau dingin) atau semen, dapat dihasilkan suatu suatu bahan bangunan komposit yang mempunyai kekuatan tinggi sehingga dapat menandingi kekuatan kayu. Produk dari hasil penelitian ini dapat berupa panel eksterior dan interior dengan berbagai bentuk untuk konstruksi bangunan seperti, dinding, langit-langit serta penutup atap, atau yang digunakan sebagai  bahan furniture dengan memenuhi persyaratan yang diperlukan.

Manfaat

  1. Menyediakan bahan bangunan alternatif dan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan UKM
  2. Menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dan mendukung program pembangunan perumahan yang berkelanjutan di Indonesia

Keunggulan

  1. Dimensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  2. Dimungkinkan dibuat tanpa adanya sambungan
  3. Sifat Mekanika tinggi
  4. Pengerjaan setara dengan bahan kayu

Jenis Bambu Olahan

Parallam

Subiyanto et al. (1994), menyatakan bahwa papan bambu lapis semi serat dibuat dengan cara memipihkan bambu dengan mesin pemipih sampai bentuk bambu berupa semi serat yang panjang. Kemudian arah serat disusun saling menyilang. Parallam bambu yang dibuat sama dengan papan bambu lapis semi serat, tapi arah seratnya susunannya sejajar.

Bambu Lapis

Kayu lapis adalah suatu produk yang diperoleh dengan cara menyusun bersilangan tegak lurus lembaran venir yang diikat dengan perekat,minimal tiga lapis ( SNI,2000). Pemasangan venir dengan arah saling tegak lurus dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan mekanis yang lebih tinggi. Penyusutan lebih kecil sehingga menjadikan produk tersebut memiliki stabilitas dimensi yang tinggi.


  • SNI
  • Teknologi Terapan
  • Pedoman
  • Spesifikasi Teknis

  • Seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional ke-V
  • Kunjungan Kepala Biro Umum Kementerian Pekerjaan Umum
  • Sosialisasi Aplikasi E-Office di Lingkungan Puslitbang Permukiman
  • Penandatanganan Perjanjian Kerjasama
  • KUNJUNGAN LAPANGAN DALAM RANGKA BIMBINGAN TEKNIK PENANGANAN AIR LIMBAH DOMESTIK KE PUSLITBANG PERMUKIMAN
more
Copyright © 2009 Puslitbang Permukiman
Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman
Jl. Panyawungan, Cileunyi Wetan
Bandung - 40393 - INDONESIA
  • Home
  • Profile
  • Product
  • Services
  • Publication
  • Research
  • Gallery
  • Partner