Puskim Berikan Bantuan Tenda dan Tenaga Ahli untuk Gempa Pidie

//
Comment0

Gempa 6,5 SR yang mengguncang Pidie Jaya, Aceh pada tanggal 7 Desember 2016 lalu diketahui mengakibatkan korban jiwa serta robohnya ratusan rumah dan bangunan. Gempa di Pidie sebagian besar terjadi karena berbagai macam faktor diantaranya standar bangunan yang kurang dipahami oleh masyarakat. Untuk itu Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman turut serta bersama Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat selain memberikan bantuan berupa tenda, juga memberikan bantuan tenaga ahli konstruksi bangunan.

Lima orang tenaga ahli ditugaskan oleh Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Arief Sabaruddin untuk melakukan hipotesa lapangan terkait penyebab permasalahan yang terjadi di Pidie Jaya, Aceh yang menyebabkan terjadinya gempa. Seperti mempelajari standar konstruksi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait edukasi standar bangunan SNI. “Kami punya pedoman, rancangan, dan bangunan rumah sederhana tahan gempa. Hanya saja sepertinya masyarakat tak memahami. Contohnya mereka paham harus memasang tulangan, tapi bagaimana memasang tulangan yang benar itu mereka gak tahu. Sehingga meski bangunan itu sudah dipasang tulangan tapi tetap ternyata tak tahan gempa karena pemasangannya keliru,” tutur Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman.

Selain tenaga ahli, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman pun mengirimkan bantuan fisik berupa Tenda Huntara (Hunian Sementara) berjumlah 10 buah dan Tenda Biru berjumlah 20 buah dengan esain khusus yang dihasilkan dari kegiatan Litbang.

Jauh sebelumnya di awal TA 2016 ini, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR pun ikut andil dalam mempelopori serta memfasilitasi terbentuknya Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) bersama instansi lain yaitu BNPB, BMKG, Badan Geologi, BIG, LIPI, ITB, dan UGM. Capaian dalam satu tahun terakhir dari Pusgen yaitu terkarakterisasinya beberapa sumber gempa bumi di Indonesia dan menjadi masukan penting dalam proses pembaruan peta gempa Indonesia 2016 termasuk Sesar Pidie yang baru ditemukan tempo hari lalu.

Leave a Reply