RISHA TAMPIL PADA PAMERAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN UPACARA HUT R I KE 70 DI DESA KLACES KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP

//
Comments3

Cilacap. Desa Klaces merupakan Ibu Kota Kecamatan Kampung Laut sedangkan desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Kampung Laut yaitu Desa Ujung Alang, Desa Ujung Gagak dan Desa Panikel, masyarakat/penduduk. Kampung Laut itu sendiri adalah sebutan untuk seluruh permukiman yang berada di Segara Anakan, yaitu kawasan peraian yang terletak di antara daratan Cilacap sebelah Barat dengan Pulau Nusakambangan.

Untuk menuju ke suatu desa  Kecamatan Kampung Laut dari pelabuhan Sleko Cilacap dan  sebagai alat transportasinya menggunakan perahu motor atau masyarakat/penduduk menyebutnya compring. Peraian di sekitar Kampung Laut relatif tenang, karena air laut dari Samudera Hindia bertemu dengan air tawar dari sungai-sungai yang mengalir dari daratan tinggi sebelah utara misalnya sungai Citandui, sungai Cibeureum, sungai Cikonde, sungai Cemeneng, kemudian disekitar perairan tersebut tumbuh pula jenis tanaman Mangrove dan kini menjadi suatu kawasan hutan Mangrove yang menjadi habitat dari berbagai jenis satwa liar.

DSC_0001

 

DSC_0003

 

Penyelenggaraan upacara detik-detik Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 tanggal 17 Agustus 2015, yang bertempat di Desa Klaces Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap dilakukan diatas air dengan menggunakan beberapa perahu nelayan Kampung Laut.  Adapun sebagai penyelenggara upacara ini adalah kecamatan  Kampung Laut Kabupaten Cilacap, dengan Camat Nurindra Wahyu Wibawa, S.Sos. M.Si.  sebagai Inspektur upacara. Selain Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PU-PERA yang terlibat pada  upacara itu sendiri yaitu unsur-unsur dari UPT Dispora, Puskesmas, KUA, Koramil, Polsek, Kesatuan Marinir yang ditempatkan di teritorial  Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap, para siswa SD,SMP, SMA,  Ormas KNPI, dan Mahasiswa yang sedang melakukan KKN di wilayah tersebut. Dalam amanah upacara menyampaikan sambutan Bupati Cilacap yang dibacakan  oleh Inspektur upacara yaitu menitik beratkan pada budaya kerja sesuai dengan tema  Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 yaitu Ayo Kerja.

DSC_0179 DSC_0209 DSC_0178

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PU-PERA turut mengikuti pameran sekaligus  pemasangan modul ( RISHA ), pada pemasangan ini dilibatkan masyarakat untuk berpartisipasi melakukannya di Desa Klaces dan aplikasi Air Bersih di Desa Klaces, Desa Ujung Alang, Desa Ujung Gagak dan Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap, disamping kegiatan lainnya yang diselenggarakan oleh panitia ada pula lomba/Parade Perahu Hias milik para nelayan ( Sailing Pass ).

Pada awalnya rumah-rumah tempat tinggal di  Kampung Laut masih berupa rumah panggung yang wujudnya seperti rumah-rumah jawa pada umumnya yaitu berbentuk segi empat dengan atap model Kampung Srotong atau Limasan, dibangun di atas tiang-tiang kayu tancang yang pada waktu itu masih mudah didapat di hutan-hutan bakau tiang-tiang penopang berkisar antara 4 hingga 7 meter yang ditancapkan kedasar laut pada waktu air surut, dan pola letak perumahan umumnya berderet memanjang, bila ada dua (2) deret maka rumah-rumah yang ada di deret yang satu akan dibangun menghadap pada deret yang lain, dan diantara dua (2) deret rumah itu ada jalur jalan seperti jembatan yang terbuat dari kayu.

Kini rumah-rumah panggung yang berdiri diatas air laut  sudah tidak ada ( menghilang ) disebabkan makin sulitnya untuk mendapatkan kayu tancang atau kayu-kayu jenis lain yang dipandang baik untuk bangunan rumah, juga makin cepatnya laju pendangkalan laut sebagai akibat dari sedimentasi lumpur yang setiap saat ditumpukan oleh sungai-sungai yang ada di sebelah utara Segara Anakan. Menghadapi situasi yang demikian warga ( masyarakat ) disekitarnya melakukan pengerukan dengan memanfaatkan tanah timbul dan sebagian mengambil tanah yang ada di pulau Nusakambangan untuk menguruk kolong rumah panggungnya sehingga seluruh kolong rumah terisi dengan tanah akhirnya seluruh areal tempat permukiman menjadi daratan.

Seiring perkembangan jaman bentuk atau model bangunan rumahpun banyak yang berubah, berganti dengan bentuk atau model rumah-rumah modern sebagaimana yang terdapat di kota-kota. Bahan-bahan bangunan rumah tidak lagi didominasi oleh bahan kayu, bahan kayu hanya untuk kerangka atap dan kusen-kusen demikian pula untuk lantai kini telah diganti dengan semen atau keramik namun pola tata letak perumahan seperti apa yang telah disampaikan diatas pola berderet. Dalam satu deret rumah-rumah menghadap kearah yang sama dihadapan rumah-rumah ada jalan umum, jalan ini juga yang menjadi patokan untuk menghadapkan rumah-rumah yang berada dideret di hadapannya sehingga terbentuk pola tata letak perumahan dua deret dimana tengahnya terbentang jalur jalan umum yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua pada umumnya dan roda tiga.  Walaupun dalam bentuk dan bahan bangunan rumah telah banyak mengalami perubahan, tetapi  masyarakat yang penghuninya bermata pencaharian sebagai nelayan masih mengikuti pola lama.

DSC_0035 DSC_0065 DSC_0051 DSC_0053

Keberadaan Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA ) dalam ajang pameran diharapkan dapat digunakan dalam penyediaan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, rumah swadaya, bahkan teknologi ini dapat diaplikasikan untuk bangunan fasilitas umum dan sosial seperti bangunan ibadah, bangunan pendidikan, bangunan perkantoran, bangunan kesehatan dan lainnya. ( agusheriyanto, rosda//2015)

 

DSC_0291 DSC_0204

 

 

3 Responses

Leave a Reply