RUMAH NELAYAN LAYAK HUNI

//
Comment1

Jepara, Permukiman tidak layak huni, merupakan gambaran mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah, yang bekerja di sektor informal, tingkat pengangguran relatif tinggi serta angkatan kerja yang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan kerena terbatas-nya keahliaan (skill). Potret ekonomi masyarakat pesisir ini mempengaruhi kemampuan kaum nelayan untuk memperbaiki kualitas lingkungan permukimannya.

_DSC6017

Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR mencanangkan program 100-0-100, program 100-0-100 merupakan solusi untuk menjawab tantangan kebutuhan masyarakat akan akses air bersih, ketersediaan rumah yang layak huni, serta lingkungan tempat tinggal yang bersih dan sehat, rumah, air bersih, dan lingkungan yang sehat merupakan kebutuhan pokok manusia.

Program 100-0-100 merujuk pada target 100% kemudahan mengakses air bersih, 0% luasan kawasan kumuh, dan 100% lingkungan yang sanitasinya berkategori sehat Program 100-0-100 adalah target yang harus dicapai pada tahun 2019

_DSC6090

Bersamaan dengan kegiatan / acara terpadu di Kabupaten Jepara tepatnya di Desa Kedung Malang pada sabtu, 16 April 2016 dilakukan pencanangan dan pemasangan Perdana Komponen Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA ) pada perumahan nelayan, yang ditandai dengan pengencangan baut pada kolom Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA )  oleh Menteri PUPR Basuki Hadi Moeljanto didampingi oleh wakil Bupati Jepara Subroto, turut pula hadir dalam acara tersebut Menteri Perindustrian Saleh Husin, Dirjend Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin, Kepala Badan Litbang PUPR Arie Setiadi Murwanto, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial dan Peran Masyarakat Lana Winayati dan Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Arief Sabaruddin.

_DSC6071

Pada tahun 2016 ini akan terpasang sebanyak 30 unit Rumah Instan Sederhana Sehat ( RISHA ) dari rencana 200 unit yang terpasang untuk perumahan nelayan, nantinya aset ini akan dihibahkan kepada Pemkab Jepara, “ kata Menteri PUPR.  Konsep desain dan fungsi perumahan ini sebagai tempat hunian yang dinamis  di lengkapi dengan prasarana dan sarana, serta utilitas ;

  • Sarana hunian: rumah tipe 58 m², 2 lantai
  • Prasarana dan utilitas lingkungan: jalan lingkungan, pedestrian air bersih, sanitasi berwawasan lingkungan, drainsase dan listrik
  • Sarana sosial: masjid, ruang serba guna, lapangan olah raga dan tempat bermain

Fungsi perumahan sebagai tempat bekerja yang di lengkapi dengan

  • Tempat menyimpan perlengkapan menangkap ikan
  • Ruang bersama untuk memperbaiki perlengkapan menangkap ikan
  • Ruang bersama untuk menjemur ikan

Pemanfaatan bahan bangunan lokal yang ada  

Pemanfaatan teknologi hasil litbang Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman  dengan menerapkan

  • Tata lingkungan yang perumahan yang dinamis dan berwawasan lingkungan
  • Rancangan bangunan yang memenuhi persyaratan kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas
  • Teknologi Rumah Sistem RISHA
  • Pengolahan limbah dengan bio filtrasi ( Bio 3 ) (agus heriyanto,roosdharmawati)

_DSC6042

_DSC6108

_DSC6119

_DSC6121

1 Response

Leave a Reply