SEMINAR NASIONAL JELAJAH ARSITEKTUR TRADISIONAL 2015

//
Comments3

Sanur, 20 November 2015.  Ketika otonomi daerah telah dilaksanakan, adalah merupakan momentum yang paling tepat untuk mengembangkan bangunan dan lingkungan perumahan tradisional Indonesia dengan keanekaragaman budaya daerah, sebagai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang saat ini masih menjadi motor pembangunan di daerah-daerah upaya yang dilakukan, antara lain dengan   melakukan penelitian bangunan dan lingkungan perumahan tradisional, pengkajian kearifan lokal pada bangunan dan lingkungan perumahan tradisional,  pengembangan teknologi bangunan dan lingkungan perumahan tradisional berbasis kearifan lokal, peningkatan kualitas bangunan dan lingkungan perumahan tradisional menjadi lebih handal, nyaman, sehat, harmonis dan berkelanjutan serta, menyusun regulasi dalam bentuk norma, standar, pedoman dan manual terkait dengan pengembangan bangunan dan lingkungan perumahan tradisional.

 DSC_0582

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR melalui Pusat litbang Perumahan dan Permukiman telah berupaya menemukenali arsitektur tradisional yang merupakan jati diri arsitektur Indonesia. Upaya ini dilakukan dalam rangka menggali kearifan lokal, nilai tradisional sehingga dapat menjadi ilmu pengetahuan yang akan dimanfaatkan dan terus dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan pengembangan perumahan dan permukiman masa kini dan masa depan.

DSC_0588

Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian PUPR, yang merupakan salah satu lembaga pemerintah yang berkecimpung dalam  bidang perumahan, pusat informasi, pembelajaran dan pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang perumahan tradisional, menyelenggarakan seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional tahun 2015 dengan tema “Menelusuri Kemanfaatan Arsitektur Tradisional untuk Arsitektur Masa Kini dan Mendatang”, di Sanur Bali dari tanggal, 20 – 22  November 2015.

DSC_0279

Seminar didahului dengan laporan penyelenggaraan Kepala Pusat Litbang Perumahan Permukiman yang dalam hal ini diwakili Kepala Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar Kuswara, ST, MA., dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan rangkaian seminar Nasional 2015 Kepala Badan Litbang PUPR yang diwakili Kepala Pusat Litbang Perumahan Permukiman Prof (R). Dr. Ir. Arief Sabaruddin,CES. Dalam rangkaian acara ini menghadirkan para pembicara kunci dari pembuat kebijakan;

DSC_0308

  • I Nyoman Astawa,M.Si. sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Bali dalam hal ini mewakili Gubernur Provinsi Bali menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Pembangunan di Provinsi Bali yang Berlandaskan Kearifan Lokal Masyarakat Bali”.
  • Dian Irawati, MT., Direktorat Penataan Bangunan Dirjen. Cipta Karya,  “Tantangan Pengembangan Permukiman dalam Mengadopsi Karakteristik Lokal Kawasan & Masyarakat”.

Dilanjutkan dengan presentasi dari masing-masing Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Denpasar Ida Bagus Gede Putra Budiana, ST, Balai Pengembangan Teknologi Perumahan Tradisional Makassar M. Yunus,ST, Loka Perintisan Bahan Bangunan Lokal Medan Heri Lumban Tobing, ST., dan Bidang Program dan Evaluasi Puslitbang Perumahan Permukiman Drs. Aris Prihandono, M.Sc.

Kemudian dilakukan deklarasi “ Forum Masyarakat Arsitektur Tradisional Indonesia” ( FORMAT ), yang disepakati oleh para inisiator ;

Ir. Johny FS Subrata, MA., DR. Ir. Purnama Salura, MT., DR. Ir. M Muqoffa, MT., Ir. Priyo Pratikno,MT., DR. Ngakan Ketut Achwin, ST., DR. Ir. Alwin Suryono,MT.,  Ir. Dian Irawati, MT.

 

DSC_0366

Forum ini didirikan dengan tujuan sebagai wadah untuk bertukar informasi, riset, aplikasi dan publikasi tentang arsitektur tradisional Indonesia yang dapat mensinergikan berbagai kepentingan dari hulu ke hilir, memiliki itikad baik untuk  menumbuhkembangkan konsep-konsep arsitektur tradisional Indonesia sekaligus mendorong kreativitas dan produktivitas para anggotanya, tidak berafiliasi dengan kelompok atau partai politik apapun.

DSC_0370

 

Disesi selanjutnya masih menghadirkan para pembicara kunci dari akademisi dan praktisi;

  • Dr. Ir. Eko Alvarez, MSA, “Menelusuri Perkembangan Kajian Arsitektur Tradisional di Indonesia”.
  • Eko Agus Prawoto., M.Arch., IAI “Bedah Rumah Masa Kini Berdasarkan Ekologi Arsitektur Masa Lampau”
  • Paskalis Khrisno Ayodyantoro “Menelusuri & Merekam Teknologi Masa Lalu serta Aplikasinya pada Permukiman Masa Kini”
  • Gede Kresna “Menelusuri Refleksi Tradisi & Kearifan Lokal Bali dalam Permukiman Masa Kini”.

dilanjutkan dengan sesi presentasi pemakalah dari peserta seminar yang dilakukan secara paralel. Dihari terakhir peserta seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional mengikuti Fieldtrip & Workshop  tata cara pembuatan sirap bambu yang merupakan ajang diseminasi salah satu teknologi yang diadopsi dari arsitektur tradisional Bali yang bertempat di Desa Adat Penglipuran.  ( agus heriyanto, roosdharmawati )

DSC_0642

DSC_0622

DSC_0635

DSC_0607

 

3 Responses

  1. Keanekaragaman arsitektur tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan budaya dan warisan sejarah. Sukses buat Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian PUPR atas seminar yang diadakan. Semoga kekayaan arsitektur ini terjaga dan dapat dikembangkan.

  2. Keanekaragaman arsitektur tradisional Indonesia merupakan kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini. Sukses buat Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian PUPR atas seminar yang diadakan. Semoga kekayaan arsitektur ini terjaga dan dapat dikembangkan.

Leave a Reply