SEMINAR NASIONAL JELAJAH ARSITEKTUR TRADISIONAL 2016

//
Comments2

Makassar, 27 September 2016. Melanjutkan kecermelangan pemikiran masa lalu dan keterampilan pertukangan untuk dimanfaatkan bukan hal yang mustahil walau banyak kendala. Upaya menggali kepiawaian masa lalu dalam mengungkap kembali kejenius lokalan tersebut dilakukan melalui berbagai cara seperti menggali pemikiran hingga teknik kekriyaan masa lalu tersebut.

DSC_0392

 

DSC_0380

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR melalui Pusat litbang Perumahan dan Permukiman bersama dengan Balai Penelitian dan  Pengembangan Perumahan Wilayah III  Makassar, Balai Penelitian dan  Pengembangan Perumahan Wilayah II Denpasar, Balai Penelitian dan  Pengembangan Perumahan Wilayah I Medan, telah berupaya secara teratur dan berkesinambungan melakukan serial Seminar Nasional Arsitektur Tradisional Indonesia. Kegiatan ini dilakukan berkesinambungan sebagai upaya menggali kearifan lokal dan mengembangkan Arsitektur Tradisional Indonesia yang merupakan jati diri arsitektur Indonesia, sehingga dapat menjadi ilmu pengetahuan yang akan dimanfaatkan dan terus dikembangkan dalam rangka menjawab tantangan pengembangan perumahan dan permukiman masa kini dan masa depan.

DSC_0320

Balai Penelitian dan  Pengembangan Perumahan Wilayah III  Makassar, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Badan Litbang Kementerian PUPR, yang merupakan salah satu lembaga pemerintah yang berkecimpung dalam  bidang perumahan, pusat informasi, pembelajaran dan pengembangan pemberdayaan masyarakat di bidang perumahan tradisional, serta bekerjasama dengan FORMAT ( Forum Masyarakat Arsitektur Tradisional Indonesia ) sebagai wadah untuk bertukar informasi, riset, aplikasi dan publikasi tentang arsitektur tradisional Indonesia menyelenggarakan seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional tahun 2016 dengan tema “Mengungkap  Kemanfaatan Arsitektur Tradisional untuk Arsitektur Permukiman Masa Kini dan Masa Depan”, di Hotel Grand Clarion, Makassar Sulawesi Selatan dari tanggal, 27 – 28  September 2016.  

DSC_0347

Seminar didahului dengan laporan penyelenggaraan Kepala Balai Penelitian dan  Pengembangan Perumahan Wilayah III  Makassar Pusat Litbang Perumahan Permukiman Yusniewati, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Arief Sabaruddin, sekaligus mewakili Kepala Badan Litbang PUPR  dan sambutan pembukaan Gubernur Sulawesi Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Pemprov. Sulawesi Selatan Abdul Haris.

DSC_0314

DSC_0329

Dalam rangkaian acara ini menghadirkan pembicara kunci dari pembuat kebijakan;

  • Syarif Burhanuddin, sebagai Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR”.
  • Fathur Rahim Rahman, sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Makssar.

Disesi selanjutnya masih menghadirkan pembicara kunci dari akademisi dan praktisi;

  • Dr. Ir. Yulianto Sumalyo, DEA.

Dilanjutkan dengan sesi presentasi pemakalah dari peserta seminar yang terdiri dari masyarakat umum, stakeholder terkait, akademisi, asosiasi profesi, pecinta arsitektur tradisional yang dilakukan secara parallel, adapun sebagai Scientific Reviewer ;

  • (R). Dr. Ir. Arief Sabaruddin, CES
  • Ir. Purnama Salura, MM, MT.
  • Ir. Mohamad Muqoffa, MT
  • Ir. Ria Wikantari, M.Arch.
  • Ir. Sri Astuti, MSA.

DSC_0316

 

DSC_0315

Dihari terakhir peserta seminar Nasional Jelajah Arsitektur Tradisional mengikuti Fieldtrip  ke Kelurahan Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar tempat penerapan model RISHA ( Rumah Instan Sederhana Sehat ) nuansa tradisional Makassar.

DSC_0399

DSC_0401

DSC_0406

DSC_0373

 

 

2 Responses

  1. Saya sebenarnya senang dan menyukai desain rumah tradisional lama indonesia dulu jadi merasa nyaman di tinggalai dan merasa homey. Menurut saya model rumah sekarang ini atau minimalis sering orang menyebutnya bila dipandangi terus jadi bosan. kalau tradisional arsitektur tidak kemakan jaman

Leave a Reply