Seminar Nasional Menuju Konstruksi Bambu Modern Masa Depan

//
Comment0

Saat ini penggunaan bambu di Indonesia untuk konstruksi bangunan sangat sedikit. Padahal, Indonesia merupakan salah satu produsen bambu terbesar di dunia. Indonesia menyumbangkan 10% produksi bambu di dunia. Sementara pemanfaatannya sendiri hanya 50%, dan untuk konstruksi masih terlalu sedikit. Seminar Nasional menuju Konstruksi Bambu Modern Masa Depan (2)Hal ini disebabkan karena stigma masyarakat itu sendiri mengenai bambu. Rumah atau gedung yang menggunakan bambu seringkali dianggap rendah. Padahal bambu merupakan salah satu local wisdom yang dimiliki Indonesia. Hal ini membuat masyarakat Indonesia tak sadar bahwa konstruksi bambu aman dari gempa bumi. Juga memiliki resonansi yang rendah. Serta, bambu memiliki konstruksi yang kuat dengan harga yang lebih murah daripada kayu ataupun baja ringan.

Mengangkat permasalahan ini, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR mengadakan Seminar Nasional bertajuk Menuju Konstruksi Bambu Modern Masa Depan. Acara yang berlangsung pada Kamis 8 Desember 2016 dihadiri oleh para Ahli di bidang konstruksi maupun bambu di Indonesia. Seperti Henry Bastaman, Purwito, Sri Umniati, Mukkodas, Andry Widyowijatnoko, Eugeunius Pradipto, Ashar Saputra, Effan Adhiwira, Arief Rabik, serta Gina Bachtiar. Acara yang berlangsung pukul 9 hingga 5 sore ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Arief Sabaruddin.

Acara ini terbagi dalam dua ruangan yang mendiskusikan hal yang berbeda. Di ruang pertama bertajuk Bambu Bahan Masa Depan, membahas potensi penggunaan bambu sebagai bahan konstruksi bangunan darurat pasca-bencana, konstruksi bambu di masa depan, serta membahas mengenai standarisasi konstruksi bambu.

Sementara di ruang kedua membahas tentang Mengkonstruksi Bambu Modern yang mempaparkan tentang kelebihan bahan konstruksi bambu dengan bahan baja ataupun kayu. Diketahui bahwa bambu selain dapat dimanfaatkan sebagai konstruksi bangunan, juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membangun jembatan.

Acara yang berlangsung di Hotel Grand Tjokro Bandung, diharapkan dapat mengangkat bambu tak hanya sebagai local wisdom, namun juga sebagai local knowledge sehingga stigma rendah bambu yang rendah dapat hilang, dan bambu dapat lebih banyak memberikan manfaatan dalam pembangunan.

Leave a Reply