Seminar Series on Tropical Eco-settlements

//
Comment0
Venue : Hotel Best Western Premier Solo
Date : 18 – 19 November 2009

MENUJU PERMUKIMAN TROPIS BERBASIS INFRASTRUKTUR HIJAU

Pesatnya perkembangan industri telah mengantarkan perubahan fundamental pada peradaban manusia yang bergerak dari kultur perdesaan ke kultur perkotaan dan meningkatnya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Akibat yang terjadi adalah meningkatnya tuntutan hunian sekaligus dengan sarana dan prasarananya, dan terjadi juga alih fungsi lahan dari lahan pertanian dan ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun. Saat ini pencemaran yang berasal dari rumah tangga dan industri menjadi ancaman untuk wilayah perkotaan secara umum. Zat-zat pencemar juga menyebar dan mempengaruhi lingkungan hidup di seluar wilayah, sehingga beban kota dan lingkungan menjadi lebih besar.

Telah menjadi kesepakatan internasional mengenai pentingnya menjaga bumi dari kerusakan guna kelangsungan hidup manusia. Masyarakat internasional telah mewujudkan komitmen pelestarian lingkungan dalam strategi pembangunan berkelanjutan demikian juga dengan strategi pembangunan di Indonesia. Sebagai konsekuensinya, maka semua aspek pembangunan perlu memperhatikan kelestarian lingkungan.

Infrastruktur hijau diartikan sebagai sarana dan prasarana kota yang pembangunannya tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Penyediaan infrastruktur hijau harus turut membentuk ruang-ruang kota yang harmonis dan memenuhi kebutuhan ekologis dan planologis. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dalam pelaksanaanya perlu ada sinergi keterpaduan antara pemangku kepentingan sehingga kepentingan aspek teknis, sosial dan lingkungan dapat terpenuhi.

Melalui berbagai kegiatan litbang dan penyelenggaraan seminar maupun workshop, Pusat Litbang Permukiman memiliki perhatian khusus terhadap pembangunan berkelanjutan terutama dalam lingkup permukiman berwawasan lingkungan. Pusat Litbang Permukiman telah melakukan kerjasama litbang dengan National Institute for Land and Infrastructure Management (NILIM) – Jepang, yang mengfokuskan pada dua kegiatan sebagai berikut:

1. Penelitian dan Pengembangan Dampak Kenaikan Muka Air Laut terhadap Perumahan dan Permukiman di Kawasan Pantai (1999 – 2003);

2. Penelitian dan Pengembangan Alternatif Model Rancangan Perumahan dan Permukiman Rendah Emisi CO2 (2004 – 2007).

Kegiatan tersebut ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan International Symposium dengan tema Climate Change and Human Settlements pada tahun 2008. Selain itu, Pada tahun 2006, telah diselenggarakan International Seminar dengan tema Tropical Eco-settlements. Pada Tahun 2009, Pusat Litbang Permukiman akan menyelenggarakan Seminar dan Workshop yang merupakan international seminar series on Tropical Eco-settlements dengan tema Menuju Permukiman Tropis berbasis Infrastruktur Hijau. Keikutsertaan seminar bersifat umum, sedangkan untuk workshop bersifat khusus untuk para narasumber perumus.

Maksud diselenggarakannya seminar dan workshop ini adalah untuk tukar menukar wawasan, gagasan, ilmu pengetahuan dan pengalaman mengenai permukiman dan infrastruktur berbasis ekologis di daerah tropis.

Tujuan yang diharapkan adalah mendapatkan pemahaman bersama dalam merencanakan, menata dan permukiman dan infrastruktur berbasis ekologis di daerah tropis serta merumuskan dan merancang konsep penyelenggaraan seminar internasional pada tahun 2010 yang difokuskan pada penataan dan pengembangan permukiman dan infrastruktur ekologis di daerah tropis.

Workshop dan seminar akan diselenggarakan selama dua hari yaitu tanggal 18-19 November 2009 di Hotel Best Western Premier Solo.

Leave a Reply