Sinergi Penataan Kawasan Kumuh Perkotaan antara Direktorat Pengembangan Permukiman dan Puslitbang Perumahan dan Permukiman

//
Comment0

Salah satu target dalam Renstra Kementerian PUPR 2015-2019 adalah terwujudnya 0 (nol) persen kawasan kumuh perkotaan pada tahun 2019. Upaya pencapaian target tersebut tentunya memerlukan kerja keras dan sinergi antar unit organisasi. Terkait hSinergi Penataan Kawasan Kumuh Perkotaan antara Direktorat Pengembangan Permukiman dan Puslitbang Perumahan dan Permukimanal tersebut, pada tanggal 19 Januari 2018 di Kampus Puslitbang Perumahan dan Permukiman diadakan diskusi antara Direktorat Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya dengan Puslitbang Permukiman.

Diskusi ini dihadiri oleh Kepala Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Arief Sabaruddin, Kepala Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan, Kepala Balai Air Minum dan Penyehatan Lingkungan, perwakilan dari Balai Sain Bangunan serta perwakilan dari Balai Bahan dan Struktur Bangunan.  Dari Direktorat Pengembangan Permukiman DJCK hadir Kasubdit Pengembangan Permukiman Perkotaan beserta beberapa staf. Pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang membahas mengenai 32 lokasi prioritas penataan kawasan kumuh yang akan dilaksanakan di Ditjen CK pada tahun 2018.

Dalam diskusi ini dipaparkan mengenai altenatif-alternatif teknologi dari masing-masing balai di lingkungan Pusperkim yang dapat diterapkan dalam penataan kawasan kumuh di 32 lokasi tersebut. Selain itu secara khusus Balai Litbang Tata Bangunan dan Lingkungan memaparkan rencana kegiatan penataan kawasan kumuh di Kawasan Semanggi Kota Surakarta. Dari Subdit Pengembangan Permukiman Perkotaan dipaparkan mengenai kendala dan kebutuhan dukungan teknologi dalam penataan kawasan kumuh serta juga rencana kegiatan penataan kawasan kumuh di Kawasan Semanggi Kota Surakarta.

Dari hasil diskusi ini berapa kesimpulan yang dapat ditindaklanjuti adalah balai-balai di lingkungan Puslitbang Perumahan dan Permukiman akan menyampaikan beberapa detail teknologi yang dapat diterapkan untuk penataan kawasan kumuh, sedangkan dari Subdit Pengembangan Permukiman perkotaan akan menyampaikan detail informasi di masing-masing kawasan kumuh serta beberapa kasus penerapan fisik di lapangan yang memerlukan rekomendasi dari balai-balai di Pusperkim. Selain itu disepakati akan dilakukan kunjungan bersama antara para peneliti Pusperkim dengan Subdit Pengembangan Permukiman Perkotaan ke beberapa lokasi prioritas penataan kawasan kumuh yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. (Kuswara)

Leave a Reply