SOSIALISASI PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS 3 R DI BANTARAN SUNGAI

//
Comment0
thumb berita

Penyelenggaraan sosialisasi peran serta masyarakat berbasis 3 R,dilaksankan  berdasarkan  kerjasama antara Puslitbang Permukiman Dep.PU dengan Pemerintah Kota Surakarta bertempat di Bale Tawang Arum, Surakarta pada tanggal 15 Oktober 2009. Peserta berjumlah 105 orang teridiri dari ; instansi terkait dilingkungan Pemkot Surakarta, camat di lima kecamatan rawan banjir yaitu Kecamatan Banjarsari, Kec. Jebres, Kec. Laweyan, Kec.Cerengan, kecamatan pasar kliwon 26  kelurahan ,tokoh  masyarakat dan ibu-ibu PKK dan masyarakat yang dilalui sungai Bengawan Solo, kali pemulung, kali gajah putih, kali pp, kali anyar.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pemasyarakatan hasil litbang guna meningkatkan nilai kemanfaatan produk litbang bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan tupoksi Puslitbang Permukiman untuk mendiseminasikan setiap produk litbang terkait dengan infrastruktur permukiman untuk dapat diaplikasikan secara lebih luas pada masyarakat. Disamping itu, acara ini juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan kerjasama antar instansi pemerintah yang terjalin dengan baik, dalam hal ini Pemerintah Kota Surakarta, BBWS Bengawan Solo dan Pusat Litbang Permukiman.

Empat aspek penting dalam pengelolaan persampahan, yaitu masyarakat penghasil sampah, Dinas kebersihan sebagai pengelola, dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan teknologi tepat guna, peran serta masyrakat, dan peraturan yang dapat diaplikasikan secara langsung pada masyarakat.

Pengalaman menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dapat mendukung ke arah terwujudnya pola 3R serta sistem sanitary landfill yang dapat dipertanggungjawabkan secara optimal belum dilaksanakan secara terpadu, efisien dan efektif pada pengelolaan sampah kota.

Perencanaan sistem 3R yang baik, tetapi jika  tidak konsisten dilaksanakan di tempat, dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat, keterlibatan  semakin pudar, dan muncul ketidakinginan untuk berdekatan dengan sarana persampahan.

Pihak masyarakat belum mendukung sepenuhnya dalam pelaksanaan pola 3R baik dilihat dari sisi peranserta maupun tingkat kesadaran masyarakat.

Mengingat karateristik sampah yang cepat membusuk, bersifat polutan dan mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) serta mudah menyebar bersama air, maka sangat sulit melakukan pengelolaan sampah di permukiman kawasan banjir secara baik dan efektif. Secara teknis pengelolaan sampah dilakukan di kawasan permukiman kering.

Maksud dari diadakannya acara sosialisasi ini adalah untuk mendapat suatu gambaran kinerja persampahan kota 3R dalam upaya percepatan pencapaian peningkatan pelayanan dengan tujuan memberikan informasi tentang efektiftas dan efisiensi penerapan pengelolaan sampah kota terpadu berbasis 3R.

Leave a Reply