Sosialisasi Peta Bahaya Gempa

//
Comment0

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tingkat aktifitas kegempaan yang sangat tinggi di Dunia yang merupakan hasil interaksi dari empat lempeng tektonik Eurasia, India-Australia, Pasifik dan Lempeng laut philipina. Dengan kondisi dinamika tektonik yang sangat tinggi ini hampir semua wilayah Indonesia memiliki potensi yang tinggi untuk mengalami gempa dengan kekuatan yang besar dengan efek utamanya adalah goncangan selain juga tsunami, longsoran dan likuifaksi. Beberapa sesar aktif juga teridentifikasi di wilayah dengan penduduk yang sangat padat seperti Pulau Jawa yaitu sesar Lembang, Baribis, Cimandiri, Opak, Kendeng dan lain lain.

Dalam peta gempa nasional 2010, sumber gempa diklasifikan dalam tiga kategori: zona sesar, zona subduksi dan background. Proses klasifikikasi dilakukan dengan menggunakan informasi terkait kondisi kegempaan, katalog gempa serta mekanisme fokal. Sumber gempa sear dimodelkan sebagai bidang tiga dimensi, beberapa perhitungan laju geser telah menggunakan data geodetik terbaru. Geometri dari zona subduksi dihitung dengan diestimasi dengan menggunakan metoda seismik tomografi dan kegempaan historis. Kegempaan background digunakan untuk memperhitungkan kegempaan yang random dan sesar belum dipetakan.

Proses pembaharuan peta gempa tahun 2010 dilanjutkan dengan pembaruan  tahun  2017. dikarenakan:

  1. Terjadi beberapa gempa besar yang sumbernya belum diakomodir peta 2010 seperti gempa 2012, 2015 dan 2017.
  2. Peningkatan jaringan kegempaan yang dikelola BMKG, yang hasil analisisnya direlokasi menghasilkan katalog gempa Nasional baru (Katalog PusGeN)
  3. Terdapat peningkatan jaringan pengamatan geodetik Indonesia yang dikelola BIG yang menghasilkan peta pergerakan lempeng dan perhitungan regangan tektonik yang baru.
  4. Terdapat penelitian geologi detail terbaru untuk sumber gempa, seperti sesar Cimandiri, Kendeng, Lawanopo, Sesar Sumatra dll
  5. Adanya parameter baru dari sumber gempa yang telah terdefinisi sebelumnya seperti sesar Palu-koro, sesar Cimandiri dan zona subduksi Jawa
  6. Adanya parameter dari sumber gempa yang belum terdefinisi sebelumnya, seperti back-arc thrust Sumatra, Sesar Baribis dan Sesar Kendeng
  7. Berkembangnya metodologi pendefisian sumber gempa secara geologi, seismologi, geodetik dan metodologi perhitungan hazardnya.

DSC_0004Proses pembaharuan peta gempa Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan para pakar dari berbagai lembaga seperti ITB, UGM, BMKG, Badan Geologi, LIPI, BIG dan BPPT membentuk suatu organisadi yang dinamakan PuSGeN (Pusat Studi Gempa Nasional)

Dengan ditandatanganinya Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 4 September 2017, perlu dilasanakan sosialisasi untuk menyebarluaskan informasi ini, dengan tujuan    :

  1. Memberikan pemahaman tentang adanya sumber-sumber gempa baru di Indonesia serta bahaya yang kemungkinan terjadi untuk dapat diantisipasi guna meminimalisasi dampak dan kerugian yang mungkin terjadi serta
  2. Menyiapkan Revisi SNI revisi SNI 1726:2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non-Gedung berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017

 DSC_0055

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan Rabu, 4 Oktober 2017 di Hotel Panghegar Bandung, didahului laporan penyelenggaraan oleh Sunarjito dilanjutkan dengan Sambutan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia ( AIPI ) Mien A. Rifai selanjutnya sambutan sekaligus Pembukaan oleh Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Balitbang Kementerian PUPR Arief Sabaruddin.      Selesai sambutan dilanjutkan dengan sesi berikutnya yaitu dengan mengundang narasumber;

  • Lutfi Faizal dari Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman tentang Perlunya Pemutakhiran Peta Gempa Indonesia dan SNI Gedung dan Infrastruktur Tahan Gempa;
  • Sri Widiyantoro, tentang Seismotektonik cekungan Bandung dan sekitarnya
  • Danny Hilam Natawidjaya tentang Kondisi Kegempaan dan Updating Sesar-sesar Aktif di Indonesia
  • Masyhur Irsyam, tentang Peta Gempa Indonesia 2016 dan Aplikasinya untuk Perencanaan Gedung dan Infrastruktur tahan;
  • Iswandi Imran, tentang Dampak Updating Peta Gempa Indonesia terhadap Perencanaan Bangunan Tahan Gempa dan Rencana Pemutakhiran SNI terkait;
  • Mohammad Ridwan, tentang Penyusunan Peta Mikrozonasi.

 

 

Leave a Reply