Sosialisasi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 di Padang

//
Comment0

Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang mengadakan kegiatan Sosialisasi Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 27 November 2017 di Hotel Mercure Padang yang dibuka oleh Kepala Balai Litbang Sains Bangunan Maryoko Hadi didampingi Kepala BPBD Kota Padang Sumatera Barat Edy Hasmy.Sosialisasi Peta Gempa di Padang (2)

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 yang perlu disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Peserta kegiatan terdiri dari berbagai kalangan diantaranya Civitas Akademika Sumatera Barat; Pemerintah Kota Padang; Dinas dan Lembaga; Asosiasi Konstruksi; Konsultan; dan Konstruksi di Sumatera Barat.

Kegiatan Sosialisasi ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi Pertama para penyaji menyampaian materi terkait Kondisi Kegempaan dan Updating Sesar – Sesar Aktif di Indonesia (Gayatri Indahi Marliyani, Pokja Geologi Tim Pemutakhiran Updating Peta Gempa Indonesia 2017); Riset – Riset Terbaru Sebagai Masukan Updating Peta Gempa 2017 (Wahyu Triyoso, Ketua Pokja Katalog Tim Pemutakhiran Updating Peta Gempa Indonesia 2017); Identifikasi dan Karakteristik Sumber Gempa Berdasarkan Data Geodetik (Endra Gunawan, Pokja Geodesi Tim Pemutakhiran Updating Peta Gempa Indonesia 2017); dan Tsunami (Badrul Mustafa, Universitas Andalas).

Sesi kedua para penyaji menyampaikan materi terkait Dampak Updating Peta Gempa Indonesia Terhadap Perencanaan Bangunan Tahan Gempa dan Rencana Pemutakhiran SNI terkait (Iswandi Imran, Ketua Tim Upper Structure Revisi SNI 1726:2016); Studi Karakteristik Berdasarkan Mikrotremor Array dan Assessment Vurnerability to Non Engineered Structure di Kota Padang (Rusnardi Rahmat Putra, Universitas Negeri Padang); Penyusunan Peta Mikrozonasi (Maryoko Hadi, Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman).

Saat diskusi berlangsung, Ketua Pokja Katalog Tim Pemutakhiran Updating Peta Gempa Indonesia 2017 Wahyu Triyoso menyampaikan bahwa masyarakat diharapkan fokus kepada tindakan mitigasi bencana gempa untuk persiapan meminimalisir efek bahaya gempa. “Tidak hanya Kota Padang yang patut siaga, Sesar Lembang di sepanjang 29 km dari Cimeta, Padalarang, hingga Gunung Batu juga berpotensi bencana gempa diprediksi berdampak kerugian hingga 5 triliun,” ungkap Pokja Geodesi Tim Pemutakhiran Updating Peta Gempa Indonesia 2017 Endra Gunawan.

Antisipasi yang dapat dilakukan diantaranya  perencanaan bangunan tahan gempa yang sesuai dengan kaidah peraturan yang berlaku. Peraturan teknis yang mendukung diantaranya Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726:2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung yang didukung oleh SNI 2847:2013; SNI 1727:2015; SNI 7972:2013; dan SNI 7860:2015. Saat ini peraturan tersebut dalam proses revisi oleh Kementerian PUPR.

Penggunaan teknologi yang ramah gempa juga disarankan. Menambahkan elemen base isolation dan damper pada struktur bangunan sehingga disipasi optimum tercapai. Konsep yang dikembangkan terbaru “strong foundation, weak upper structure” mulai diterapkan oleh TPKB (Tim Penasehat Konstruksi Bangunan) dalam izin bangunan Provinsi DKI Jakarta dan Kota Bandung.

Selain tindak lanjut dari penandatanganan Peta Gempa, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program mitigasi bencana dan trigger bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur yang ramah terhadap bencana. (Hanna Yuni H/ Putri Maharani)

Leave a Reply