Sosialisasi Rumah Tahan Gempa di Bengkulu

//
Comment0

Mengingat rawannya gempa di Bengkulu, Pemda Kota Bengkulu melakukan sosialisasi membangun rumah tahan gempa. Bekerjasama dengan Departemen. PU, diharapkan pembangunan rumah di Bengkulu menggunakan konstruksi tahan gempa. Sehingga saat terjadi gempa, rumah tidak mengalami kerusakan yang parah atau roboh. Diterangkan Kadis PU Kota, Ir. Effendi Damri, sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada kontraktor dan pengembang pengembangan perumahan, agar membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. Materi sosialisasi disampaikan Departemen PU Pusat Litbang Permukiman. Rencananya untuk percontohan Pemkot akan membuat 2 unit rumah tahan gempa. Dana yang digunakan berasal dari APBN yang berfungsi untuk menguji rumah tahan gempa. Sehingga, untuk kedepannya rumah di Bengkulu bisa mengacu pada rumah tahan gempa.

Mengingat rawannya gempa di Bengkulu, Pemda Kota Bengkulu melakukan sosialisasi membangun rumah tahan gempa. Bekerjasama dengan Departemen. PU, diharapkan pembangunan rumah di Bengkulu menggunakan konstruksi tahan gempa. Sehingga saat terjadi gempa, rumah tidak mengalami kerusakan yang parah atau roboh. Diterangkan Kadis PU Kota, Ir. Effendi Damri, sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada kontraktor dan pengembang pengembangan perumahan, agar membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. Materi sosialisasi disampaikan Departemen PU Pusat Litbang Permukiman. Rencananya untuk percontohan Pemkot akan membuat 2 unit rumah tahan gempa. Dana yang digunakan berasal dari APBN yang berfungsi untuk menguji rumah tahan gempa. Sehingga, untuk kedepannya rumah di Bengkulu bisa mengacu pada rumah tahan gempa.
Sementara itu Kepala Pusat Litbang Permukiman Dep. PU, Dr. Ir. Anita Firmanti, MT menegaskan, rumah tahan gempa adalah untuk mengantisipasi korban meninggal tertimpa bangunan. Karena, rata-rata korban meninggal akibat tertimpa tembok rumah yang roboh. “Maka dari itu, kita buat kontruksi rumah tahan gempa. Dengan konstruksi dan cara yang tepat. Makanya kita lakukan sosialisasi ini, sehingga Bengkulu sebagai daerah rawan gempa bisa memulai membangun rumah dengan tahan gempa, ” kata Anita.
Selain itu, sebagai wujud dari hasil pekerjaan konstruksi, bangunan rumah disyaratkan untuk terjamin keandalan teknisnya dari segi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan. Ini sesuai dengan UU Bangunan Gedung No. 28 tahun 2002. Tentunya kata Anita, peran masyarakat dalam mengembangkan rumah tahan gempa tersebut sangat diperlukan. (Sumber : Surat Kabar Rakyat Bengkulu, 30 Oktober 2009)

Leave a Reply