Workshop Karakterisasi Sumber Gempa Baru : Updating Peta Gempa Indonesia 2016

//
Comment1

Workshop Karakterisasi Sumber Gempa Baru : Updating Peta Gempa Indonesia 2016Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk dalam kawasan Pasific Ring of Fire, tiga lempengan besar dunia dan sembilan lempengan kecil lainnya bertemu di wilayah Indonesia yang membentuk jalur – jalur pertemuan lempeng yang kompleks, sehingga wilayah Indonesia sangat rawan terhadap bencana gempa bumi. Peta Gempa yang digunakan saat ini merupakan hasil kerja Tim Revisi Peta Gempa Indonesia yang dibentuk Departemen Pekerjaan Umum tahun 2010. Berdasarkan hasil studi, tim revisi menyatakan bahwa perlu adanya kajian secara berkala setiap lima tahun sekali untuk penyempurnaan Peta Gempa Indonesia. Hal itulah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Workshop Karakterisasi Sumber Gempa Baru Untuk Updating Peta Gempa Indonesia 2016.

Forum workshop yang dilaksanakan pada tanggal 30-31 Mei 2016 di Hotel Ambhara Jakarta Selatan dibuka secara resmi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono didampingi Kepala Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Arie Setiadi Moerwanto, dan Kepala Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman, Arief Sabaruddin. Dihadiri pula oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bernardus Wisnu Widajaja, mewakili Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan para ahli di bidang Geologi, Geodesi, Seismologi.

Workshop Karakterisasi Sumber Gempa Baru : Updating Peta Gempa Indonesia 2016 (1)

Perkembangan ilmu kegempaan di Indonesia telah mampu menemukan sumber – sumber gempa baru serta lebih mengenali sumber gempa yang telah ada. Terdapat ancaman gempa untuk daerah Banda dan Flores dari zona subduksi di selatan. Sesar Sumatera, sesar di Jawa, gempa dari zona subduksi selatan Jawa, dan sesar aktif memanjang dari utara laut Pulau Bali sampai daratan Jawa bagian utara yang dikenal sebagai sesar Kendeng.“Hasil riset terbaru menunjukkan bahwa pergerakan di sebelah utara lebih aktif. Potensi gempa dari utara Bali hingga Pulau Wetar di atas magnitudo 8,” ujar Irwan Meilano, Koordinator Geodesi Tim Pemutakhiran Gempa Indonesia. Ia menambahkan bahwa daerah Jawa barat tepatnya sesar Lembang yang semula diprediksi memicu gempa maksimal magnitudo 6,4 direvisi menjadi maksimal magnitudo 7.

Workshop Karakterisasi Sumber Gempa Baru : Updating Peta Gempa Indonesia 2016 (2)

Para peserta forum diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dalam perkembangan gempa di Indonesia. “Updating peta sangat dibutuhkan untuk proses pembangunan di Indonesia, saya harapkan diskusi ini diarahkan untuk menuju satu peta yang lebih baik dan lebih kredibel”, ungkap Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam sambutannya. Pembahasan materi workshop dibagi dalam 5 (lima) sesi, yaitu  bahasan   : Geologi, Geodesi, Seismologi dan Instrumentasi,  Ground Motion Prediction Equation (GMPE), dan Seismic Hazard Analysis (SHA).

1 Response

Leave a Reply