Workshop Pembentukan Regional Centre for Community Empowerment on Housing and Urban Development APMCHUD

//
Comment0

Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development (APMCHUD)  adalah forum dua tahunan di wilayah Asia Pacific yang diinisiasi oleh UN-Habitat bersama dengan  forum lain di kawasan Afrika, Amerika Latin, dan Eropa Timur untuk mendorong kerjasama regional dalam rangka menciptakan urbanisasi yang berkelanjutan. Indonesia merupakan salah satu negara Asia Pasifik yang terlibat dalam forum tersebut. Diharapkan keterlibatan aktif Indonesia dalam forum Internasional ini, dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.Guna menjembatani kepentingan Indonesia dan negara-negara berkembang di Asia Pasifik, maka perlu dibentuk sebuah center untuk lebih memberdayakan komunitas. Center yang dibentuk dinamakan Regional Center for Community Empowerment on Housing and Urban Development (RC-CEHUD).  Dalam rangka merumuskan program kerja center ini, maka diselenggarkan workshop dengan tujuan untuk menghasilkan usulan substansi, arah peran, dan pola operasi center.Workshop diselenggarakan pada hari Rabu, 6 Oktober 2010 di Ruang Sapta Taruna Kementerian Pekerjaan Umum, jl. Pattimura no. 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan peserta yang hadir mencapai ± 150 orang.Workshop ini dibuka dengan laporan penyelenggaraan oleh Kepala Pusat Litbang Permukiman, Dr. Ir. Anita Firmanti, MT., lalu dilanjutkan dengan prakata penjelasan mengenai center ini oleh Kepala Balitbang Kementerian PU, Ir. Sumaryanto Widayatin, MSCE. Workshop ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yang terdiri dari 2 (dua) panel dan paralel session. Panel 1 mengenai latar belakang workshop ini yang diisi oleh Ditjen. Cipta Karya Kemen. PU, Ir.Budi Yuwono mengenai latar belakang APMCHUD dan oleh Drs. Hadimulyo, M.Sc., Wakil Ketua Badan Pengurus Association for Community Empowerment (Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat, PPKM) mengenai gerakan Community Empowerment di Indonesia.Panel 2 mengenai Operasionalisasi Center yang diisi oleh Kepala Pusat Litbang SDA Kemen PU, Dr. Arie Moerwanto; Aktivis Strategic Alliance for Poverty Alleviation, Fachrul Syahmega, S.Sos.; dan Peneliti Pusat Litbang Permukiman Kemen PU, Dr.-Ing Andreas Wibowo yang masing-masing memaparkan mengenai Syarat minimal beroperasinya center (Resources; trust, authority, kemandirian), Ruang Lingkup center (Community Empowerment; Housing&Urban Development), dan Operasional RC-CEHUD.Sedangkan dalam paralel session untuk sesi selanjutnya dibahas lebih dalam mengenai 5 (lima) topik yaitu:

  • Urban and Rural Planning&Management;
  • Upgrading of Slum and Informal Settlements;
  • Delivery of MDGs for Water and Sanitation;
  • Financing Sustainable Housing;
  • Urban Development with a Focus on Natural Disaster.

Terakhir dalam kesimpulan workshop ini dihasilkan draft rumusan arah dan manfaat RC-CEHUD sebagai berikut:

  1. Indonesia dapat dijadikan contoh lapangan yang berhasil maupun yang kurang berhasil, sebagai dasar bagi pengembangan ilmu dan pembelajaran yang diperlukan untuk masa depan;
  2. Secara umum pemberdayaan masyarakat dapat dielaborasi atas lima prinsip utama yaitu: Urban and Rural Planning and Management; Upgrading of Slum and Informal Settlements; Delivery of MDGs for Water and Sanitation; Financing Sustainable Housing; Urban Development with a focus on Natural Disasters;
  3. Organisasi RC-CEHUD pada tahap awal akan dioperasikan sebagai bagian dari institusi Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum yang difasilitasi penyelenggaraannya oleh Pusat Litbang Permukiman Kementerian pekerjaan Umum. Setelah masa ujicoba operasi, organisasi ini akan didorong menjadi entitas mandiri yang berpijak pada kebutuhan dan kemampuan kemitraan pemangku kepentingan nasional dan regional Asia Pasifik;
  4. Secara fungsional RC-CEHUD akan mencakup kegiatan 1). Pengumpulan ilmu, pengalaman dan kajian bidang perumahan dan pembangunan perkotaan 2). Pengembangan data base bidang perumahan dan pembangunan perkotaan. 3). Pengembangan jejaring pembelajaran kebijakan, program dan teknologi yang diperlukan bagi tercapainya keberlanjutan perumahan dan pembangunan perkotaan;
  5. Secara operasional RC-CEHUD diharapkan akan memberikan manfaat: 1). Percepatan dan peningkatan kualitas penanganan pembangunan perkotaan dan perumahan nasional berbasis peningkatan pemahaman dan praktek pemberdayaan masyarakat oleh seluruh pemangku kepentingan; 2).  Berlangsungnya sharing dan kerjasama informasi & pembelajaran lintas Negara dan  meningkatnya peran dan keunggulan pembangunan perumahan dan perkotaan Indonesia di Asia Pasifik;
  6. RC-CEHUD difasilitasi oleh Seknas Habitat dan selanjutnya difasilitasi melalui Biro APMCHUD untuk operasi regional Asia Pasifik. Dalam konteks riset dan pengembangan, institusi ini akan memanfaatkan jejaring litbang secara nasional dan global;
  7. Pengembangan manfaat dari RC-CEHUD akan diupayakan melalui kemitraan program bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian Kesejahteraan Rakyat, dan Kementerian Perumahan Rakyat;
  8. Pada tingkat operasional, RC-CEHUD akan membangun kemitraan dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten yang merepresentasikan keragaman kondisi Indonesia diantaranya: Kota Pekalongan, Kota Solo, Kabupaten Bandung, Kabupaten Musi Rawas; Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud; sebagai laboratorium hidup pengamatan, uji coba kebijakan, program dan teknologi pembangunan perumahan dan perkotaan;
  9. Sebagai modalitas komunikasi, transfer informasi dan pembelajaran, maka RC-CEHUD akan dilengkapi dengan website yang merupakan platform virtual  bagi terhubungnya pemangku kepentingan nasional dan regional;
  10. Direncanakan bahwa launching formal beroperasinya RC-CEHUD akan dilaksanakan di Denpasar Bali pada tanggal 3 November 2010, di gedung Werdhapura, Sanur  Denpasar Bali.

Leave a Reply