WORKSHOP PENERAPAN PENGELOLAAN LEACHATE UNTUK KOTA-KOTA DI INDONESIA

//
Comment0

Jakarta Dalam rangka mengidentifikasi dan mengklasifikasi permasalahan pengelolaan leachate, mengembangkan opsi-opsi teknologi pengelolaan leachate yang dapat diterapkan di TPA untuk kota-kota di Indonesia, serta merumuskan konsep-konsep penanganan leachate dan persiapan penyusunan SOP penanganan leachate, Pusat Litbang Permukiman menyelenggarakan Workshop Penerapan Pengelolaan Leachate untuk Kota-Kota di Indonesia pada hari Rabu (20/07) bertempat di Gedung Baru SDA dan Tata Ruang Kemeterian PU, Jakarta. Acara dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Dinas Pemerintah Daerah terkait, Satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman seluruh Provinsi di Indonesia, Direktorat PLP Ditjen. Cipta Karya  Kementerian PU serta Pusat Litbang Permukiman  Kementerian PU, yang berjumlah  ±70 orang.

Acara diawali dengan Laporan Panitia Penyelenggara oleh Kepala Pusat Litbang Permukiman, Dr. Ir. Anita Firmanti, MT. Dalam pembukaannya beliau mengatakan bahwa leachate masih belum dikelola dengan baik sehingga perlu diperbaiki serta diperlukan perangkat di setiap daerah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur PPLP, Ir. M. Sjukrul Amin, MM, dimana beliau menyampaikan bahwa pengelolaan TPA diperlukan pengendalian penutupan tanah yang memadai, begitu juga dengan pengendalian pencemaran udara, pemanfaatan gas menjadi energi serta pengendalian pencemaran leachate melalui pengumpulan dan pengolahan leachate. Berdasarkan fakta di lapangan, TPA dilengkapi fasilitas pengolahan leachate namun belum memenuhi kualitas leachate yang sesuai dengan baku mutu. Keterbatasan SDM yang menangani serta pembiayaan menjadi kendala dalam pelaksanaan pengolahan leachate sehingga diperlukan solusi yang komprehensif untuk pembangunan TPA di 210 kota/kabupaten. Selanjutnya sambutan dan pembukaan yang disampaikan oleh Kepala Badan Litbang  Kementerian PU, Ir. Mohamad Hasan, Dipl.HE., yang mana beliau mengharapkan masukan untuk penyusunan Standar Pedoman Manual (SPM) dan SOP.

Pada acara ini pembahasan materi mengenai pengolahan leachate di TPA disampaikan oleh para praktisi lapangan diantaranya, Ir. Lya Meilani, MT dari Pusat Litbang Permukiman, Ir. Agus Slamet, M.Sc dari Institut Teknologi 10 November Surabaya, Ir. Douglas Manurung, MSi Perwakilan dari Pemprov DKI, Ir. Kiswatiningsih, MSc dari Dinas Kebersihan Kota Bekasi serta Diana Sari S, ST, MSc, dari TEMESI Recycling.Adapun pembahasan mengenai study kasus juga disampaikan oleh peneliti dan akademisi diantaranya, Dr. Ir. Tri Padmi dari Institut Teknologi Bandung, Prof. Ir. Joni Hermana, MSc Es., Ph.D. dari Institut Teknologi 10 November, Ir. Sri Darwati, MT dari Pusat Litbang Permukiman, serta Ir. Samin, MT dari Institut Teknologi Bandung.

Leave a Reply